Covid 90% Tanpa Gejala, Dinkes Malang Minta Warga Disiplin

News - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
06 February 2022 16:48
Petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) mendata pasien Covid-19 untuk di evakuasi masuk ke dalam bus sekolah di Puskesmas Tebet, Jakarta, Kamis (3/2/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Husnul Muarif mengungkapkan karakteristik Covid-19 yang bertambah signifikan pada dua pekan terakhir. Penambahan kasus di Kota Malang didominasi kasus asimptomatik atau tanpa gejala.

Dari hasil yang ditemukan di lapangan, Muarif mengatakan bahwa 90% kasus tersebut terjadi dengan tanpa gejala, sehingga penanganannya diutamakan isolasi mandiri (isoman).

"Pendekatan penanganan terhadap kasus Covid-19 tanpa gejala dioptimalkan, tentu dengan mengikuti ketentuan Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022, yakni isoman selama 10 hari," ujar Muarif dikutip dari laman resmi Pemkot Malang, Minggu (6/2/2022).


Muarif mengimbau agar masyarakat yang menjalani isoman agar tetap disiplin, sehingga ruang gerak penyebaran kasus bisa dipersempit. Selain itu, menurutnya Pemerintah Kota Malang juga akan terus mengoptimalkan proses testing, tracing, dan treatment (3T) bersama puskesmas, TNI/Polri, kecamatan, dan kelurahan, hingga RT/RW.

"Sejumlah klaster tempat pendidikan dan tempat kerja yang sempat muncul di Kota Malang seluruhnya telah direspons dengan penanganan sesuai prosedur. Meningkatnya kasus di Kota Malang, salah satunya karena kinerja surveilans di lapangan, kemudian testing dan tracing semakin baik," tuturnya.

Hingga Sabtu (5/2/2022), tercatat angka kasus dalam pemantauan di Kota Malang mencapai 688 kasus, dengan suspek 9.932.

"Tingginya capaian vaksinasi di Kota Malang dibanding daerah lain sangat membantu memperkuat imunitas dan mereduksi risiko perburukan kondisi pasien Covid-19," tambahnya.

Muarif menambahkan, capaian tersebut termasuk vaksinasi anak yang telah mencapai 90,20% untuk dosis pertama dan 33,57% untuk dosis kedua per 2 Februari 2022. Sementara untuk vaksinasi lanjut usia (lansia) telah mencapai 73,48% untuk dosis pertama, 67,47% untuk dosis kedua, dan 7,29% untuk vaksinasi lanjutan atau booster.

"Namun demikian, kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada tanpa panik berlebihan. Tetap pakai masker, hindari kerumunan, rajin cuci tangan, dan segera vaksin bagi yang belum lengkap," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Minyak Goreng Satu Harga, Stok di Malang Aman Untuk 6 Bulan


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading