RI Punya Pesaing, Filipina Juga Bangun Pabrik Baterai EV

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
03 June 2021 19:07
Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman. electrec.co

Jakarta, CNBC Indonesia - Filipina semakin serius dalam program pengembangan baterai mobil listrik. Manila dikabarkan akan segera membuat beberapa pusat pembuatan penyimpan daya itu.

Mengutip Inquirer Mobility, Pemerintah Filipina akan membuat Pusat Baterai Canggih yang akan berada di bawah kepemimpinan Institut Teknologi Filipina (TIP) dan bekerja sama dengan Universitas Filipina-Diliman (UPD).

Rencananya, mereka akan mendapatkan 540 juta peso (Rp 161 triliun) dalam tiga tahun ke depan dari Departemen Sains dan Teknologi (DOST) untuk mengembangkan tujuh lokasi pengembangan baterai mobil listrik.


"DOST mendanai pusat-pusat penelitian dan pengembangan, memberdayakan daerah untuk menjadi pusat inovasi," kata Sekretaris DOST Fortunato T. dela Peña, dikutip dari Inquirer Mobility, Rabu (02/06/2021).

"Dengan mendukung R&D (riset dan pengembangan), kami melayani akademisi, industri lokal, dan pada gilirannya, negara karena kemajuan kewirausahaan yang diberikan kepada komunitas lokal," jelasnya.

Sementara itu, TIP mengatakan bahwa fokusnya saat ini adalah untuk mengoptimalkan baterai dan menurunkan biayanya melalui penggunaan nikel dan besi, serta penyimpanan energi terbarukan untuk mobil listrik.

Lebih lanjut mereka mengumumkan bahwa proyek selanjutnya yang sedang mereka garap adalah Advanced Cathode Materials untuk baterai generasi berikutnya. Ini akan mencakup senyawa baru untuk digunakan dalam energi terbarukan dan kendaraan listrik (EV).

Langkah Filipina ini seakan mengikuti langkah Indonesia yang juga sedang mengembangkan industri baterai mobil listrik. Bahkan, dalam waktu dekat Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) LG akan melaksanakan pemasangan tiang pancang (ground breaking) pabrik baterai di Kota Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, pembangunan tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi baterai mencapai 10 Giga Watt hours (GWh), yang nantinya akan dipakai untuk kendaraan listrik dari Hyundai.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading