Simak! Begini Rencana IBC Jadi Pemain Electric Battery Dunia

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
25 May 2021 09:05
Konferensi Pers Indonesia Battery Corporation, Jumat 26 Maret 2021

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Baterai atau yang dikenal Indonesia Battery Corporation (IBC) bercita-cita tidak hanya jadi pemain dalam negeri saja, namun juga menjadi pemain dunia. Bukan tanpa alasan masih minimnya pasar dalam negeri membuat IBC perlu melakukan ekspansi pasar.

Ketua Tim Percepatan Baterai Kendaraan Listrik, Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan pasar luar negeri menginginkan produk baterai kendaraan listrik berkualitas tinggi. Oleh karena itu, hal ini akan menjadi konsen dari IBC dalam memproduksi baterai.

Dia menyebut perlu penguasaan teknologi yang tinggi dan juga riset dan pengembangan baterai yang berkelanjutan. Teknologi dalam negeri, imbuhnya, belum bisa secara mandiri untuk memproduksi baterai mobil listrik.


Sehingga diperlukan mitra strategis yang menjadi anggota konsorsium untuk mengadaptasi teknologinya. Saat ini menurutnya ada 11 perusahaan yang tengah didekati.

"Paling tidak ada dua perusahaan yang intens berbicara dengan kita. Teknologi itu nanti berasal dari partner kita, di mana dalam perjanjian kerja sama ada transfer teknologi yang dilakukan," kata Agus dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, Senin (24/5/2021).

Agus juga tidak menampik bahwa siklus teknologi itu berumur pendek dan cepat berubah, sehingga IBC juga perlu riset dan pengembangan (Research and Development/ R&D) yang matang untuk bersaing di tingkat dunia.

"Kita harus punya R&D di tingkat dunia yang harus kita kembangkan. Nantinya kalau kita kawinkan perusahaan yang kita bangun, IBC bisa menggawangi dan melakukan penetrasi bisnis di tingkat dunia," kata Agus yang juga Komisaris Utama MIND ID.

Lebih lanjut dia mengatakan pasar ekspor ini menjadi kunci selama pasar dalam negeri masih kecil permintaanya. Untuk menyamai kapasitas baterai dan permintaan dalam negeri dibutuhkan waktu yang panjang.

"Demand dalam negeri masih butuh waktu yang panjang untuk menyamai kapasitas pabrik baterai. Target pengguna mobil listrik hanya sekitar 400 ribu unit di 2025 dengan kebutuhan 16,3 Giga Watt hours (GWh), sementara produksi nanti bisa mencapai 30 Giga Watt hours," jelasnya.

Smelter HPAL untuk Baterai Dibangun 2022
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading