Warga +62 Mulai Doyan Belanja, Goodbye Resesi?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
09 March 2021 08:45
Pengunjung berbelanja di Matahari Store dikawasan Jakarta, Senin (30/11/2020). PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) menutup 6 gerainya hingga akhir tahun ini. Jumlah gerai perusahaan ritel ini akan berkurang dari 153 toko menjadi 147 toko.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sepertinya masyarakat Indonesia mulai optimistis memandang prospek ekonomi ke depan. Perlahan tetapi pasti masyarakat mulai berbelanja, tanda keyakinan akan adanya harapan yang lebih baik.

Ketika masyarakat kurang yakin terhadap masa depan keuangannya, maka pilihan yang paling rasional adalah menabung. Lebih baik menyimpan uang agar bisa digunakan saat situasi (amit-amit) memburuk.

Inilah yang terjadi tahun lalu. Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang menjelma menjadi krisis soal-ekonomi memaksa masyarakat untuk hidup prihatin. Sebab, pandemi diatasi dengan cara membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah agar virus corona tidak semakin menyebar.


Kala jutaan orang #dirumahaja, aktivitas dan mobilitas mampet, maka 'roda' ekonomi tidak akan berputar kencang. Ekonomi dipaksa bergerak di bawah kapasitasnya, yang membuat kebutuhan akan tenaga kerja berkurang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terdapat 29,12 juta penduduk usia kerja yang mengalami dampak pandemi virus corona per Agustus 2020. Perinciannya adalah:

  • 2,56 juta penduduk menjadi pengangguran.
  • 0,76 juta penduduk menjadi bukan angkatan kerja.
  • 1,77 juta penduduk sementara tidak bekerja.
  • 24,03 juta penduduk bekerja dengan pengurangan jam kerja (shorter hours).

Lapangan kerja yang menyempit membuat mereka yang masih punya sumber pendapatan menjadi sangat hati-hati. Hari ini mungkin masih bisa dapat penghasilan, tetapi besok tidak ada yang tahu. Oleh karena itu, menabung menjadi opsi yang sangat wajar.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, rasio pendapatan konsumen yang digunakan untuk menabung pada 2020 lumayan tinggi. Puncaknya terjadi pada Desember 2020 di mana nyaris 21% pendapatan dialokasikan untuk menabung.


Halaman Selanjutnya --> Sudah Banyak yang Mulai Belanja

Sudah Banyak yang Mulai Belanja
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading