Polling CNBC Indonesia

Inflasi 2020 Terendah Sepanjang Sejarah, Daya Beli Parah!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
01 January 2021 13:44
Suasana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota berdampak pada aktivitas di pasar Jaya salah satunya, di kawasan Pasar Cijantung, Jakarta Timur. 16/6/20, CNBC Indonesia/Tri Susilo

Pantauan CNBC Indonesia dilapangan pada Selasa (16/6/20) mencoba menelusuri seluruh isi pasar, tampak sepi  pembeli.  Salah satu pasar di kawasan Jakarta Timur itu sangat berbeda dibanding hari-hari biasanya yang padat dan ramai. Kali ini tampak sepi. Bahkan kendaraan yang terparkir sangat minim.  

Salah satu pedagang pakaian anak mengatakan, kondisi pasar mulai sepi saat terjadi virus corona. “Ini sangat berimbas pada pendapatan kami. Repot kalau begini terus,”ujarnya.

Menurutnya,  setelah lewat pukul 11.00 WIB, siang hari, sudah sangat kurang orang yang berbelanja di pasar. Dagangan pun tentu aja banyak yang tak laku. Karena itu ia berharap wabah COVID-19  ini bisa cepat selesai.

Yanto, pedagang daging ayam juga merasakan demikian. “ Jam 10 masih numpuk dagangan ini. kami sangat khawatir pak kalau begini terus.,”ujarnya sambal geleng geleng kepala.

Pedagang sayur pun demikian. Munawar seorang  tukang sayur mengatakan, untuk mendapatkan sayur juga sulit. “Kita dapat juga sulit. Jualnya juga sudah sepi pembeli. Aturan jaga jarak dan tidak berpergian ke pasar sangat berdampak. “Jadi kalau enggak laku ya udah jadi risiko,” ungkapnya.  

Penjagaan juga diperketat oleh anggota TNI dan securty pasar untuk, setiap pengunjung yang ingin masuk ke pasar akan dicek suhu dan cuci tangan. 

Untuk kepasar basah (pasar ikan) dipastikan pengunjung memakai masker, peraturan tersebut sudah pasang sebelum masuk pasar basar.

Sebelumnya Seorang pedagang di Pasar Obor Cijantung dinyatakan positif Covid-19 usai jalani rapid test dan swab test Covid-19 pada Jumat (29/5/2020) lalu.

Informasi itu berdasarkan data dari Perumda Pasar Jaya pada Kamis (11/6/2020).

Adapun rapid test dan swab test di Pasar Obor Cijantung pada 29 Mei 2020 lalu diikuti 75 peserta yang terdiri dari pengunjung dan pedagang pasar.

Hasilnya, empat orang reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test. Kemudian, dari empat orang itu, seorang pedagang dinyatakan positif Covid-19.

 (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Laju inflasi Indonesia sepanjang 2020 diperkirakan sangat rendah. Bahkan kemungkinan bakal jadi yang terendah dalam sejarah.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi Desember 2020 pada 4 Januari 2021. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan inflasi secara bulanan (month-to-month/MtM) sebesar 0,405%.

Sementara inflasi tahunan (year-on-year/YoY) pada Desember, yang akan sama dengan inflasi tahun kalender (year-to-date/YtD) sepanjang 2020, diperkirakan 1,68%. Kemudian inflasi inti YoY 'diramal' 1,685%.


Institusi

Inflasi MtM (%)

Inflasi YoY (%)

Inflasi Inti YoY (%)

Bank Danamon

0.44

1.68

1.65

Maybank Indonesia

0.36

1.6

1.7

Danareksa Research Institute

0.37

1.62

2.38

Bank Mandiri

0.37

1.61

1.7

BCA

0.44

1.68

1.6

Citi

0.45

1.69

1.67

Mirae Asset

-

1.1

-

Fitch Solutions

-

2.05

-

DBS

-

2

-

MEDIAN

0.405

1.68

1.685

Hingga pekan III, Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Desember 2020 sebesar 0,36% MtM. Ini akan membuat inflasi YoY dan YtD sepanjang 2020 menjadi 1,6%. Jika terwujud, maka akan menjadi yang terendah sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

"Penyumbang utama inflasi yaitu cabai merah sebesar 0,08% (MtM), telur ayam ras sebesar 0,06%, cabai rawit sebesar 0,04%, tomat sebesar 0,03%, daging ayam ras sebesar 0,02%, minyak goreng, jeruk, wortel, dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01%. Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas emas perhiasan sebesar -0,05% dan bawang merah sebesar -0,01%," sebut keterangan tertulis BI.

Corona Bikin Sengsara
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading