Polling CNBC Indonesia

Neraca Dagang Diramal Surplus Tinggi, Tanda RI Sedang Resesi!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
14 October 2020 11:28
FILE PHOTO: A van carrier transports a container at the container terminal

Jakarta, CNBC Indonesia - Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan kembali mencacat surplus besar pada September 2020. Ini yang membuat Bank Indonesia (BI) sampai kepada kesimpulan bahwa transaksi berjalan alias current account bakal surplus pada kuartal III-2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data perdagangan internasional periode September 2020 esok hari. Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor terkontraksi atau tumbuh negatif nyaris 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Sementara impor diperkirakan ambles 25,15% YoY. Ini membuat neraca perdagangan surplus US$ 2,06 miliar.


Institusi

Pertumbuhan Ekspor (%YoY)

Pertumbuhan Impor (%YoY)

Neraca Perdagangan (US$ Juta)

Citi

-6.7

-21.6

1960

ING

-8.9

-26.1

2530.5

Moody's Analytics

-

-

-1800

Mirae Asset

-5.5

-26.5

2840

Bank Permata

-8.09

-26.99

2530

Maybank Indonesia

-6.35

-18.73

1594

Standard Chartered

-4.1

-19.2

1984

CIMB Niaga

-10.5

-26.4

2100

ANZ

-9

-25.5

2060

BCA

-7.9

-24.8

2653

BNI Sekuritas

-9.37

-24.03

1925

MEDIAN

-7.995

-25.15

2060

Jika sesuai dengan ekspektasi, maka surplus perdagangan sepanjang kuartal III-2020 tidak main-main. Angkanya mencapai lebih dari US$ 7 miliar.

"Dari sisi ekspor, kami memperkirakan perbaikan akan berlangsung secara perlahan mengingat permintaan global masih konservatif. Sedangkan dari sisi impor, kebutuhan pengadaan bahan baku berkurang karena kelesuan aktivitas industri manufaktur," sebut Anthony Kevin, Ekonom Mirae Asset, dalam laporannya.

Impor Jeblok, Industri Rontok
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading