Kalau China Saja Bisa Resesi, Apalagi RI...

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
23 June 2020 12:21
A man and a child wearing protective face masks to help curb the spread of the new coronavirus ride on an electric-powered scooter passes by the seafood wholesale market which was closed for inspection in Beijing, Sunday, June 14, 2020. China is reporting its highest daily total of coronavirus cases in two months after the capital's biggest wholesale food market was shut down following a resurgence in local infections. (AP Photo/Andy Wong)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gara-gara pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19), resesi ekonomi menjadi tema besar tahun ini. Tidak seperti krisis keuangan global 2008-2009 yang dampaknya paling terasa di negara maju, pagebluk virus corona menghantam hampir seluruh negara di dunia.

Virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini memang menyebar dengan kecepatan luar biasa. Hanya dalam waktu sekira enam bulan, jutaan orang sudah terinfeksi virus corona dan ratusan ribu di antaranya tutup usia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan jumlah pasien positif corona di seluruh dunia per 22 Juni adalah 8.860.3331 orang. Sementara jumlah pasien meninggal adalah 465.740 orang. Virus corona sudah menyebar ke lebih dari 200 negara dan teritori.


coronaWHO

Cepat dan luasnya penyebaran virus corona membuat pemerintah di berbagai negara terpaksa 'mengunci' aktivitas masyarakat. Sebisa mungkin interaksi dan kontak antar-manusia dikurangi, jangan ada kerumunan, jaga jarak. Ini dilakukan agar virus corona tidak mudah menyebar dan memakan lebih banyak korban.

Namun pembatasan sosial (social distancing) ini sama dengan membuat roda ekonomi berhenti. Akibatnya, ekonomi menyusut dan kontraksi (pertumbuhan negatif) terjadi di mana-mana, negara maju dan berkembang sama-sama merasakannya.

China BIsa Masuk Jurang Resesi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading