Internasional

Penambahan Kasus Sehari Rekor, Corona Global Tembus 9,1 Juta

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
23 June 2020 08:26
Kasus COVID-19 Turun Drastis, Spanyol Buka Lockdown. AP/Alvaro Barrientos

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus penyebaran virus corona (Covid-19) secara global kian meningkat. Secara akumulatif, dari data Worldometers, angka terjangkit COVID-19 mencapai 9.176.959 kasus atau naik lebih dari 139 ribu kasus per Selasa (23/6/2020).

Total kematian di dunia kini berjumlah 473.427 kasus atau naik lebih dari 3 ribu dalam sehari. Meski demikian 4.904.210 pasien berhasil sembuh.

Tercatat ada 3.799.322 kasus aktif, dimana 3.741.470 (98%) dalam situasi ringan sedang, dan 57.852 (2%) dalam kondisi kritis. Sementara sudah ada 5.377.637 kasus selesai, dengan pembagian 91% berhasil sembuh dan 9% meninggal.



Virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 yang muncul sejak Desember 2019 ini sudah menjangkit 213 negara dan teritorial. Berikut 10 negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak:

1. Amerika Serikat (2.387.236 positif, 122.602 meninggal, 991.023 sembuh)
2. Brasil (1.111.348 positif, 51.407 meninggal, 579.226 sembuh)
3. Rusia (592.280 positif, 8.206 meninggal, 344.416 sembuh)
4. India (440.450 positif, 14.015 meninggal, 248.137 sembuh)
5. Inggris (305.289 positif, 42.647 meninggal)
6. Spanyol (293.584 positif, 28.324 meninggal)
7. Peru (257.447 positif, 8.223 meninggal, 145.320 sembuh)
8. Chili (246.963 positif, 4.502 meninggal, 205.397 sembuh)
9. Italia (238.720 positif, 34.657 meninggal, 183.426 sembuh)
10. Iran (207.525 positif, 9.742 meninggal, 166.427 sembuh)


China Daratan yang awalnya merupakan episentrum awal penularan dengan kasus terjangkit paling tinggi di dunia, kini turun ke posisi ke-21. Di mana ada 83.396 kasus positif, 4.634 kematian, dan 78.413 pasien berhasil sembuh.

Rekor Sehari
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dunia mencatat lebih dari 183.000 kasus virus corona muncul pada Minggu (21/6/2020). Ini merupakan angka terbesar dalam satu hari sejak wabah dimulai pada bulan Desember tahun lalu.

Selain itu, WHO juga melihat kasus virus corona ini melonjak di beberapa negara besar secara bersamaan, dengan "peningkatan yang mengkhawatirkan" di Amerika Latin, terutama Brasil.

"Tentu saja jumlahnya meningkat karena epidemi berkembang di sejumlah negara berpenduduk pada saat yang sama dan di seluruh dunia," kata Direktur Eksekutif Program Darurat WHO, Mike Ryan.

"Beberapa peningkatan itu mungkin disebabkan oleh peningkatan pengujian... dan tentu saja, negara-negara seperti India menguji lebih banyak. Tetapi kami tidak percaya bahwa ini adalah fenomena pengujian."

Kasus terjangkit global yang melampaui angka 9 juta pada Senin kemarin, dengan Amerika Serikat, China, dan negara-negara lain yang terkena dampak parah juga melaporkan wabah baru, menurut penghitungan Reuters.

Ryan mengatakan telah terjadi lonjakan kasus di Chili, Argentina, Kolombia, Panama, Bolivia, dan Guatemala, serta Brasil, yang telah melewati angka 1 juta kasus, dan melaporkan rekor 54.000 kasus di 24 jam sebelumnya.

Dia mengatakan beberapa lompatan kasus di Brasil mungkin mencerminkan perubahan dalam sistem pelaporan. Menurutnya, "masih ada tes yang relatif rendah per populasi, dan tingkat kepositifan untuk pengujian secara keseluruhan masih cukup tinggi".

"Dari perspektif itu, kita akan mengatakan bahwa tren ini tidak mencerminkan pengujian menyeluruh, tetapi mungkin kurang memperkirakan jumlah kasus yang sebenarnya," tukas Ryan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading