Internasional

Mohon Bersabar, WHO Belum Temukan Hewan yang Sebarkan Corona

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
10 February 2021 12:57
Logo WHO (Dok. WHO)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para peneliti yang dikirim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke "epicentrum pertama" virus corona di Wuhan, China, ternyata  belum dapat mengidentifikasi hewan apa yang menularkan virus Covid-19 ke manusia.

Pada Selasa (8/2/2021) sore waktu Jenewa, Swiss, WHO melakukan konferensi pers tanpa penemuan berarti. Penyelidik mengesampingkan teori bahwa Covid-19 berasal dari laboratorium namun masih gagal mengidentifikasi hewan yang telah menularkannya ke manusia.


"Belum jelas spesies mana yang pertama kali menularkan Covid-19," tulis AFP mengutip pimpinan kontingen China dalam penyelidikan yang dilakukan bersama WHO, Liang Wannian.

Ia menambahkan bahwa 11.000 sampel hewan telah diuji dari babi, sapi, kambing, ayam, kambing, dan angsa di seluruh provinsi di China dari 2019-2020. Namun tidak ada yang dinyatakan positif Sars-Cov-2 atau Covid-19.

Sementara itu ahli WHO lainnya Ben Embarek menegaskan bahwa teori yang mengatakan bahwa virus itu menyebar dari laboratorium virologi adalah hal yang mustahil.

"Sangat tak mungkin," tegasnya.

Marion Koopmans ahli lain menambahkan, hewan seperti kelinci, musang, tikus juga berpotensi jadi perantara corona. Sebelumnya para ilmuwan percaya kelelawar adalah sumber awal corona.

Misi WHO di Wuhan pada awalnya diwarnai oleh berbagai macam hambatan. Misi selalu ditunda perizinan pemerintah China.

Ini membuat AS, di era Donald Trump, menuntut penyelidikan kuat. Namun Beijing memperingatkan agar investigasi ini tidak dipolitisasi sebagai alat menyerang negaranya.

Misi yang memakan waktu satu bulan ini, dilaporkan AFP, juga diawasi dengan ketat. Termasuk kunjungan ke pameran pemulihan corona China.

Bahkan wartawan tak dapat akses ke ahli. Hanya beberapa publikasi terlihat, melalui cuplikan Twitter dan wawancara. Publikasi itu menyangkut informasi seperti aktivitas di pasar basah wuhan, yang dilakukan selama satu jam, dan di lab virologi, dimana peneliti melakukan investigasi selama empat jam.

Kritik media barat juga muncul saat penyelidik hanya menghabiskan waktu satu jam di pasar ikan yang menjadi awal mula kasus di Wuhan. Tudingan mengarah ke upaya China yang sangat ingin menghilangkan kritik atas penanganan buruk corona di awal pandemi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Penampakan Tim WHO di China Mau Ungkap Asal-usul Covid-19


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading