Internasional

Investigasi Asal-usul Corona Dimulai, Tim WHO Tiba di Wuhan

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
14 January 2021 14:57
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus) Foto: Logo World Health Organization (WHO) (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang akan melakukan penyelidikan terhadap asal-usul virus corona tiba di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Kamis (14/1/2021).

Penyiar pemerintah CGTN menunjukkan pesawat yang membawa tim tersebut tiba dari Singapura untuk disambut oleh pejabat China dengan setelan jas penuh.


Peter Ben Embarek, ketua tim untuk misi tersebut, mengatakan kelompok dengan isi 10 ilmuwan tersebut akan memulai dengan karantina wajib di sebuah hotel karena persyaratan imigrasi China.

"Dan kemudian setelah dua minggu, kami akan dapat berpindah-pindah dan bertemu dengan rekan-rekan China kami secara langsung dan pergi ke tempat-tempat berbeda yang ingin kami kunjungi," kata Embarek, dikutip dari AFP.

Ia memperingatkan peristiwa ini "bisa menjadi perjalanan yang sangat panjang sebelum kita mendapatkan pemahaman penuh tentang apa yang terjadi."

Beijing berpendapat bahwa meskipun Wuhan adalah tempat kelompok kasus pertama terdeteksi, belum tentu dari mana virus itu berasal.

"Saya tidak berpikir kami akan mendapatkan jawaban yang jelas setelah misi awal ini, tetapi kami akan melanjutkannya," tambah Embarek.

"Idenya adalah untuk memajukan sejumlah studi yang telah dirancang dan diputuskan beberapa bulan lalu agar kami lebih memahami apa yang terjadi."

Perjalanan mereka dilakukan ketika China kembali dihantam gelombang kedua pandemi, dengan lebih dari 20 juta orang diisolasi di utara China dan satu provinsi telah menyatakan keadaan darurat.

Perjalanan WHO ini juga cukup lama tertunda, lebih dari setahun setelah pandemi dimulai dan telah memicu ketegangan politik atas tuduhan bahwa Beijing mencoba menggagalkan proyek tersebut.

China sebagian besar telah mengendalikan pandemi melalui penguncian yang ketat dan pengujian massal, memuji pemulihan ekonominya sebagai indikasi kepemimpinan yang kuat oleh otoritas Komunis.

Tetapi 138 infeksi lainnya dilaporkan oleh Komisi Kesehatan Nasional pada Kamis menjadi penghitungan satu hari tertinggi sejak Maret tahun lalu.

China kini tercatat memiliki 87.844 kasus positif, dengan 4.635 kematian, dan 82.324 kasus pasien berhasil sembuh, menurut data Worldometers.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading