Buwas Heran Harga Beras Naik Saat Stok Berlimpah

News - Lidya Kembaren, CNBC Indonesia
15 October 2019 21:04
Buwas Heran Harga Beras Naik Saat Stok Berlimpah
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, yang akrab disapa Buwas mengatakan stok beras saat ini sangat berlimpah termasuk gudang Bulog. Ia heran saat bersamaan harga beras di pasaran bisa naik.

Ia menjelaskan, saat ini stok beras Bulog aman mencapai 2,3 juta ton. Penyerapan pun masih dilakukan hingga 1,1 juta ton dengan besar serapan mencapai 3-4 ribu ton per hari.

Selain itu, ia menegaskan, harga beras Bulog jauh lebih murah sehingga tidak ada alasan bagi pedagang menaikkan harga. Apalagi stok melimpah di gudang Bulog.


"Padahal harga kita lebih murah. Ini membuktikan bahwa kebutuhan masih belum (banyak). Tapi harga naik, nah ini sedang dipelajari kenapa harga naik padahal stok banyak. Kan di pasaran banyak, di Bulog apalagi," ujar Buwas di Kemenko Perekonomian, Selasa (15/10/2019).



Namun, dari data Bulog ia menyebutkan penyaluran memang masih rendah. Bukan karena hal lain tapi karena permintaan yang rendah karena permintaan tidak banyak.

"(Penyaluran) masih kecil, itu membuktikan bahwa kebutuhan beras belum banyak, tapi kita sudah siapkan sehari 15 ribu ton, tapi kan faktanya hanya 3-4 ribu ton penyalurannya," katanya.

Ia menjelaskan selain di gudang Bulog, stok beras juga masih berlimpah di Food Station Cipinang dan di pasar-pasar. Oleh karenanya, kenaikan harga beras ini akan menjadi perhatian Bulog.

"Tapi harga mulai naik. Kita sudah intervensi dan operasi, tapi faktanya penyerapannya kecil. Bahkan kita ingin memasukkan ke penyalur mereka belum mau menerima karena stok masih banyak," tegasnya.



Di Jakarta saja, berdasarkan data PT. Food Station Tjipinang Jaya, stok beras per 14 Oktober mencapai 50.142 ton, atau tertinggi sepanjang Oktober 2019.

Sedangkan harga beras rata-rata nasional, untuk beras kualitas bawah selama Oktober 2019 memang sedikit ada kenaikan, berdasarkan PIHPS ada kenaikan dari 1 Oktober 2019 sebesar Rp 10.300 per kg menjadi Rp 10.350 per kg pada 15 Oktober 2019. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading