Bulog Operasi Pasar, Buwas Embuskan Lagi Isu Mafia Pangan

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
24 September 2019 10:24
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso secara simbolis melepas keberangkatan armada pengangkut komoditas
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso secara simbolis melepas keberangkatan armada pengangkut komoditas untuk operasi pasar Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) di halaman gedung Bulog, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Dalam kesempatan itu, Buwas mengingatkan kembali perihal oknum-oknum yang ingin merusak kredibilitas Bulog sehubungan dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Pasti Bulog diserang dengan membuat berita-berita negatif Bulog. Kemarin terjadi bahwa diviralkan bahwa beras Bulog bau dan sebagainya, ini sudah disetting, sudah diketahui dan Cyber Crime sedang bekerja (mengungkapnya)," kata Buwas dalam sambutannya di hadapan para karyawan Bulog.



Dalam operasi pasar kali ini, seluruh karyawan Bulog diterjunkan untuk menjual komoditas di antaranya beras, gula dan minyak makan. Buwas berpesan agar mereka tetap bekerja sesuai amanah Undang-Undang.

"Ini fakta, memang sebagian tidak ingin bulog eksis. Ini harus dilawan, tidak dengan kekerasan, tetapi kita bekerja dengan ketulusan. Hari ini kita buktikan kita hadir untuk masyarakat," kata Buwas.


Pernyataan Buwas ini disampaikan sehari setelah ia mengungkap modus beberapa oknum dalam program BPNT. Dalam konferensi pers, ia mengatakan oknum-oknum di lapangan memalsukan beras dengan memakai kemasan beras premium tetapi isinya medium sehingga menimbulkan kerugian bagi penerima bantuan.

Untuk operasi pasar di DKI Jakarta, Bulog melepas sekitar 2.000 ton beras per hari selama tiga hari kegiatan. Operasi pasar ini digelar serentak di sejumlah daerah. Untuk operasi pasar ini, Bulog melepas total sekitar 15.000 ton per hari.

[Gambas:Video CNBC]





(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading