Mafia Pangan

Buwas Ungkap Jenderal Pun Tak Dianggap Terkait Mafia Pangan

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
25 June 2020 15:36
buwas

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengakui saat ini dia sudah mengetahui siapa-siapa saja pihak yang merupakan mafia di sektor pangan. 

Ia menyebut para mafia ini dengan mudahnya mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan impor, sedangkan Bulog butuh waktu yang lama untuk mendapatkan izin yang sama. Bahkan anak buahnya yang berlatar jenderal bintang dua pun tak dianggap saat mengurus perizinan.

"Saya sudah tahu, tapi kan nggak mungkin saya buka, nanti mereka kabur," kata pria yang akrab disapa Buwas ini saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Kamis, (25/6/2020).


Ia mengungkapkan, dalam kondisi Covid-19 saat ini mafia pangan masih berseliweran di industri dan jelas-jelas sangat menghambat operasional Bulog. Ia mengakui bahwa mafia-mafia pangan ini justru memanfaatkan momen pandemi covid-19 ini untuk mengeruk banyak keuntungan.

"Masalahnya sampai saat ini saya bukan lagi polisi, apalagi bicara saya sebagai Kabareskrim. Saya juga sudah menemukan kegiatan-kegiatan mafia, bukti-bukti mafia itu bekerja, dan sudah saya tindak lanjuti dengan saya berikan kepada aparat penegak hukum karena setiap kali kegiatan kita selalu salah satunya dari Satgas pangan sampai hari ini pun masih terjadi apapun yang dilakukan oleh Bulog itu selalu kita diganggu oleh kelompok-kelompok mafia," katanya.

"Ini memang kita sulit manakala kita tidak ada sinergi pemahaman bersama untuk menghilangkan mafia ini. Jujur sampai hari ini juga masih ada, Pak, Bu (DPR)," tambahnya.

Dia mengungkapkan, bahwa mafia ini banyak berasal dari sektor swasta yang biasanya dengan mudah mendapatkan izin untuk melakukan impor pangan hanya dalam waktu lima menit. Sedangkan pengajuan Bulog bisa memakan waktu hingga dua minggu bahkan lebih.

"Gula juga gitu, kalau swasta yang izin 5 menit jadi, Bulog 2 minggu nggak jadi. Bulog yang mengajukan susah sekali, menunggu staf saya sampai ditinggal pulang, jam 12 malam, yang ditugaskan mantan TNI bintang dua (letnan jenderal) nggak dianggap," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading