Soal Ibu Kota, Menteri Bambang: Spekulan Tanah Pasti Rugi!

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
22 August 2019 13:17
Jika ada spekulan tanah di calon ibu kota baru, justru akan rugi. Kenapa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan jika ada spekulan tanah di calon ibu kota baru, justru akan rugi. Dia menegaskan pemerintah tidak akan membeli tanah dari pihak ketiga, sehingga tidak akan menguntungkan bagi spekulan tanah.

"Kita hanya bertempat di lokasi yang dikuasai pemerintah, jadi tidak akan membeli dari pihak ketiga," kata Bambang, Kamis (22/08/2019).

Sebelumnya Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) yang dikatakan sebagai calon ibu kota menjadi lahan spekulasi oleh spekulan tanah. Dia menegaskan lokasi yang bakal jadi lahan ibu kota baru sudah dikuasai oleh pemerintah.


"Kalau spekulasi itu risiko yang melakukan sendiri, artinya itu bukan karena intervensi pemerintah. Tapi lokasi yang akan dipilih adalah lokasi yang sudah dikuasai pemerintah," kata Bambang belum lama ini.

Soal Ibu Kota, Menteri Bambang: Spekulan Tanah Pasti Rugi!Foto: Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Acara Indonesia Development and Business Summit (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)


Sebelumnya Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil juga mengingatkan kepada para investor tak melakukan aksi spekulasi di lokasi calon ibu kota baru di Kalimantan.

Dia mengakui saat ada rencana pemindahan ibu kota baru tidak jarang terjadi spekulasi tanah yang dilakukan investor. Biasanya mereka membeli tanah yang masih sangat murah harganya karena belum berkembang dengan harapan tahun-tahun berikutnya pertumbuhan di daerah tersebut akan berkembang dan memicu kenaikan harga tanah.

Sofyan mengimbau agar masyarakat tidak melakukan spekulasi tanah di lokasi yang mereka yakini bakal jadi calon ibu kota negara di Kalimantan.

"Jangan spekulasi tanah, karena spekulasi tanah tidak menciptakan nilai tambah dan akan kecewa karena kita usahakan seminimal mungkin pembebasan tanah," kata Sofyan





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading