Menteri ATR ke Spekulan Tanah: Pembeli Bakal Kecewa

News - Redaksi, CNBC Indonesia
21 August 2019 16:11
Pemerintah mengakui memang masih perlu sedikit pembebasan lahan untuk ibu kota baru.
Jakarta, CNBC Indonesia-Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djail mengingatkan kepada para investor tak melakukan aksi spekulasi di lokasi calon ibu kota baru di Kalimantan.

Ia mengakui saat ada rencana pemindahan ibu kota baru tidak jarang terjadi spekulasi tanah yang dilakukan investor yang menggunakan cara membeli tanah yang masih sangat murah harganya karena belum berkembang dengan harapan tahun-tahun berikutnya pertumbuhan di daerah tersebut akan berkembang dan memicu kenaikan harga tanah.

Sofyan mengimbau agar masyarakat tidak melakukan spekulasi tanah di lokasi yang mereka yakini bakal jadi calon ibu kota negara di Kalimantan. Ia mengatakan jika status tanah di ibu kota baru nanti tanah negara maka mudah melakukan pembebasan tanahnya. Jika statusnya tanah negara maka biaya untuk pembebasan tanahnya sangat kecil.

"Jangan spekulasi tanah, karena spekulasi tanah tidak menciptakan nilai tambah dan akan kecewa karena kita usahakan seminimal mungkin pembebasan tanah," kata Sofyan A. Djail dalam keterangan resminya, Rabu (21/8)



Sofyan mengakui pemerintah masih perlu melakukan pembebasan lahan untuk persiapan ibu kota di Kalimantan.

"Untuk pemindahan ibu kota, Kementerian ATR/BPN sedang menyiapkan penataan ruang dan pengadaan tanahnya," ujarnya.

Ia bilang pengadaan tanah merupakan salah satu hal yang paling penting dalam kegiatan pembangunan infrastruktur untuk ibu kota yang baru nanti. Menteri ATR/Kepala BPN mengatakan jika status tanah di ibu kota baru nanti tanah negara maka mudah melakukan pembebasan tanahnya.

"Jika statusnya tanah negara maka biaya untuk pembebasan tanahnya sangat kecil," kata Sofyan A. Djalil.



Mantan Menteri BUMN ini mengatakan kawasan calon ibu kota baru ini perlu dipersiapkan 2.000-3.000 hektare.

Berbeda dengan Menteri ATR, Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro sempat bicara soal lokasi Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) yang jadi lahan spekulasi oleh spekulan tanah. Ia menegaskan lokasi yang bakal jadi lahan ibu kota baru sudah dikuasai oleh pemerintah.

"Kalau spekulasi itu risiko yang melakukan sendiri, artinya itu bukan karena intervensi pemerintah. Tapi lokasi yang akan dipilih adalah lokasi yang sudah dikuasai pemerintah," kata Bambang di Jakarta, Selasa (20/8/2019).


[Gambas:Video CNBC]


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading