RI-Arab Finalisasi Proyek Kilang Cilacap Habis Ramadan

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
08 May 2019 11:38
RI-Arab Finalisasi Proyek Kilang Cilacap Habis Ramadan
Jakarta, CNBC Indonesia- Pengerjaan kilang Cilacap sampai saat ini masih tersendat. Perbedaan nilai valuasi disebut sebagai kendala utama lambatnya eksekusi rencana pengembangan kilang yang direncanakan memproduksi minyak setara Euro V tersebut.

Namun, bulan Ramadan mungkin akan membawa berkah bagi keberlangsungan proyek kilang tersebut. Sebab, berdasarkan informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia akan bertemu lagi dengan Saudi setelah bulan Ramadan finalisasi kilang Cilacap.

RI-Arab Finalisasi Proyek Kilang Cilacap Habis Ramadan Foto: Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi Bertemu Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk Membahas Kelanjutan Kilang Cilacap Saudi Aramco (dok. ESDM)





"Pihak Indonesia akan mengadakan pertemuan dengan Pihak Saudi untuk finalisasi kerja sama Saudi Aramco dengan Pertamina setelah bulan Ramadan," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan, seperti dikutip CNBC Indonesia, Rabu (8/5/2019).

Adapun, diketahui dari akun media sosial Instagram miliknya, Menteri ESDM Ignasius Jonan telah bertemu dan berbincang dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia YM Esam A Abid Al-Thagafi untuk membicarakan terkait kelanjutan proyek kilang Cilacap.

"Menerima Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, YM Esam A Abid Al-Thagafi, hari ini (Selasa, 7 Mei 2019), dan membicarakan tentang kelanjutan kerja sama Saudi Aramco dan Pertamina," tulis Jonan.

Sebelumnya, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan, ada kemungkinan pengoperasian kilang tersebut akan molor dari target perusahaan yang dipatok di 2025.

"Kami targetkan (kilang Cilacap) beroperasi di 2025, tapi bisa jadi lebih dari 2025. Namun, kami masih tetap berusaha dan mengawal agar proyek ini bisa sesuai target di 2025," ujar Ignatius saat dijumpai di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Sebabnya, kesepakatan nilai valuasi aset kilang Cilacap yang sampai saat ini belum mendapat titik terang. Semestinya, kata Ignatius, kontrak kerja sama dengan Saudi Aramco sudah diterminasi sejak Desember 2018 kemarin, namun Pertamina memberikan kesempatan untuk perhitungan kembali valuasinya sampai Juni 2019.

"Kami kemarin bertemu di kantornya Saudi Aramco, kami sepakat akan negosiasi lagi hitung-hitungannya, tapi kalau tidak sepakat juga, tidak ketemu ya sudah tidak apa, sampai Juni 2019, ya kami terminasi kontraknya. Bagi Pertamina ini tidak akan jadi penghalang untuk kembangkan kilang Cilacap," kata Ignatius.

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika memang nantinya kemitraan dengan Saudi Aramco dibatalkan, maka perusahaan akan melanjutkannya sendiri pengembangan kilang Cilacap, atau mencari rekanan mengikuti pola kemitraan pada kilang Balikpapan.

"Kami sudah laporkan ke Kementerian ESDM, minta izin, kalau tidak ada kesepakatan, akan dilanjutkan dengan biaya sendiri atau cari partner mengikuti pola di Balikpapan. Jadi kami garap dulu sambil liat apa harus cari partner atau tidak," pungkas Ignatius.

[Gambas:Video CNBC] (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading