Jamuan Raja Salman ke Jokowi & Titik Terang Kilang Cilacap

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
15 April 2019 08:52
Jamuan Raja Salman ke Jokowi & Titik Terang Kilang Cilacap
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi sepakat memperkuat kerja sama antarkedua negara di bidang ekonomi, terutama di sektor energi dan pariwisata.

Hal tersebut dilakukan usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Raja Salman menggelar pertemuan bilateral di Istana Pribadi Raja (Al-Qasr Al-Khas), Minggu waktu setempat (14/4/2019, seperti dikutip melalui keterangan resmi.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, kedua negara sepakat mempererat kerja sama di bidang ekonomi.

"Presiden Jokowi dan Raja Salman sepakat ke depan kerja sama ekonomi akan terus ditingkatkan terutama di bidang energi dan pariwisata," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Kesepakatan tersebut terjalin, usai Jokowi dijamu santap siang oleh Raja Salman dengan menu khas Timur Tengah, yakni sup harira, daging iga sapi, nasi mandhi dengan ayan, serta makanan penutup khas Arab Saudi.

Jamuan Raja Salman ke Jokowi & Titik Terang Kilang CilacapFoto: Pertemuan Jokowi dan Raja Salman di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (14/4/2019). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Saya merasa berbahagia sekali, karena hari ini diundang Sri Baginda Raja ke Istana ini," kata Jokowi.

"Saya juga senang Presiden Jokowi bisa memenuhi undangan saya," timpal Raja Salman.

Usai menyantap jamuan, Jokowi menerima kunjungan kehormatan Menteri Energi Kerajaan Arab Saudi Khalid Al Falih yang digelar di Royal Guest House, Riyadh.


Menlu Retno Marsudi mengatakan, kedua negara membicarakan kemungkinan kerja sama antara Aramco dan PT Pertamina untuk kilang Cilacap.

Seperti diketahui, kepastian investasi untuk proyek pengembangan kilang Cilacap saat ini masih abu-abu, meskipun Saudi Aramco jauh-jauh hari menyatakan ketertarikannya dalam proyek tersebut.

Pada saat itu, Saudi Aramco berjanji akan berinvestasi hingga US$ 6 miliar atau sekitar Rp 84 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$) dengan beberapa persyaratan, salah satunya adalah mendapatkan insentif seperti tax holiday, lahan, dan penyerahan aset ke anak perusahaan.

Retno tak memungkiri, masih ada satu isu yang masih tertunda dari pengembangan kilang Cilacap, yakni persoalan valuasi aset. Masalah tersebut, pun akan segera diselesaikan.

Baik Pertamina dan Saudi Aramco memiliki waktu hingga Juni 2019 untuk memutuskan apakah perjanjian kerja sama akan diterminasi atau dilanjutkan sesuai dengan batas waktu yang tertuang dalam perjanjian.

Pertemuan antara Indonesia dan Arab Saudi, pun menjadi titik terang dari kepastian apakah Saudi Aramco akan bekerja sama dengan Pertamina untuk pengembangan proyek kilang Cilacap.

"Sekembalinya Presiden ke Indonesia, Presiden akan melakukan pertemuan dengan beberapa menteri untuk menyelesaikan masalah [valuasi aset kilang Cilacap] ini," tegas Retno.

Tak hanya pada kilang Cilacap, Retno pun mengakui bahwa Arab Saudi pun tertarik untuk bekerja sama dalam bidang industri petrokimia. Dalam waktu dekat, Arab Saudi berencana melakukan kunjungan ke Indonesia.

"Menurut rencana akan ada kunjungan dari Saudi ke Indonesia guna membahas rencana peningkatan kerja sama baik di bidang energi yang terkait bidang minyak minyak dan industri petrokimia," tegasnya.



(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading