AS-China Perang Dagang, RI-Rusia Pilih Kerja Sama

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
06 February 2019 14:48
AS-China Perang Dagang, RI-Rusia Pilih Kerja Sama
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Rusia dalam keadaan baik dan saling menguntungkan meskipun ada ketidakseimbangan dalam jumlah perdagangan kedua negara.

Indonesia masih mencatatkan surplus dalam hubungan perdagangan dengan Rusia.



"Memang benar dalam perdagangan itu Indonesia surplus dan tidak ada hal yang salah. Bu Dubes (Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva) juga tidak menyalahkan hal itu. Itu sesuatu yang normal," ungkap Enggar dalam konferensi pers peringatan masuknya produk-produk PT Mayora Indah Tbk (MYR) ke Rusia, di Jakarta, Rabu (6/2/2019).


Vorobieva juga mengungkapkan hal senada.

Ia menyebut Indonesia dan Rusia justru sedang berusaha untuk semakin mempererat hubungan bilateral kedua negara, termasuk hubungan ekonomi dan perdagangan, untuk mencapai target perdagangan sebesar US$5 miliar yang diamanatkan presiden masing-masing negara dalam pertemuan di Rusia tahun 2016 lalu.

RI & Rusia Tidak Terlibat Perang Dagang!Foto: Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas ekspor produk olahan kopi ke Rusia, di PT Mayora Indah Jl. Daan Mogot KM.18, Jakarta Barat. (CNBC Indonesia/Rehia Sebayang)

"Yang kita cari itu, kita berdua bekerja keras untuk memperkuat hubungan perdagangan Rusia-Indonesia seperti yang ditugaskan kedua presiden kita di 2016 supaya mencapai US$5 miliar," ujarnya.

"Memang tidak ada permasalahan karena kita tidak berperang dagang seperti negara lain, kita kerja sama perdagangan," tegasnya, merujuk pada perang dagang yang sedang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Mengenai ketidakseimbangan, ini proses. Kedua belah pihak kerja sama untuk berikan keuntungan bagi kedua negara. Ini tujuan kita," tambahnya.



Sang duta besar juga menambahkan bahwa saat ini Rusia banyak mengekspor gandum ke Indonesia dan ia mengharapkan agar Rusia bisa menambah berbagai produk pertanian lainnya untuk dikirim ke Indonesia. Namun, ia juga menegaskan Rusia membuka peluang yang sama untuk Indonesia.

Selain itu, ia mengungkapkan menargetkan kenaikan ekspor di bidang teknologi tinggi (high-tech) ke Indonesia.

"Kedutaan Besar Rusia dan Kemendag Rusia siap membantu [perusahaan Indonesia] mencari partner untuk mengembangkan hubungan dagang kedua negara," kata Vorobieva.

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading