5 Fakta Impor Bawang Putih RI, Raja Impor Terbesar di Dunia

News - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
18 April 2019 19:59
5 Fakta Impor Bawang Putih RI, Raja Impor Terbesar di Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Operasi Pasar bawang putih digelar oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Pasar Induk Kramat Jati, pada hari Kamis (18/4/2019) sore ini.

Sebanyak 8 ton bawang putih dijual kepada pedagang pengecer dengan harga Rp 25.000/kg. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama Kemendag dengan salah satu importir bawang putih, PT Mahkota Abadi Prima Jaya.

Berikut lima fakta terkait impor bawang putih RI yang berhasil dihimpun oleh Tim Riset CNBC Indonesia:


1. Kegiatan Rutin

Melihat rekaman data BPS, Indonesia memang hampir selalu melakukan impor bawang putih tiap tahun. Jumlahnya pun juga hampir selalu meningkat dari tahun ke tahun. Maklum kebutuhan masyarakat juga meningkat.

Dalam empat tahun terakhir, volume impor bawang putih RI berada pada kisaran 500.000 ton. Pada tahun 2018, jumlah Impor bawang putih mencapai 582.994 ton atau senilai US$ 497 juta dolar (Rp 7,1 triliun).



2. Importir Bawang Putih Terbesar di Dunia

Pada tahun 2018, Indonesia tercatat sebagai negara importir bawang putih terbesar di dunia. Fakta tersebut didapat dari kompilasi perdagangan luar negeri seluruh dunia yang dihimpun oleh UN Comtrade (lembaga PBB).

Thailand berada di posisi ke-2 dengan jumlah impor sebesar 74,9 ribu ton. Filipina dan Pakistan mengekor di belakang dengan jumlah impor masing-masing sebesar 74,6 dan 37,5 ribu ton.



3. China Merupakan Negara Asal Bawang Putih Utama

Sebagian besar bawang putih impor yang masuk ke Indonesia tahun 2018 berasal dari China. Jumlahnya mencapai 580,84 ribu ton, atau setara dengan US$ 493,7 juta (Rp 7 triliun).

Sedangkan ada pula 1.684 ton yang datang dari negara Asia lainnya. Sebagian kecil, yaitu 464 ton juga ada yang datang dari India. Artinya, 99,6% bawang putih Indonesia berasal dari China.



4. Harga Agregat Bawang Putih Impor Rp 12.197/kg

Bila dihitung-hitung, dengan jumlah impor 582,99 ribu ton senilai US$ 497,25 juta, maka harga untuk setiap satu kilogram bawang putih adalah US$ 0,85/kg (setara Rp 12.197/kg).

Namun bila dicermati lebih dalam, ada dua jenis bawang putih yang diimpor, yaitu yang untuk budidaya/bibit (kode HS 07032010), dan yang bukan untuk budidaya (kode HS 07032090).

Harga agregat bawang putih yang untuk budidaya adalah Rp 24.975/kg. Sedangkan yang bukan untuk budidaya adalah Rp 12.154/kg.


5. Produksi Indonesia Masih Rendah

Salah satu penyebab impor bawang putih adalah kapasitas produksi Indonesia yang masih sangat rendah. Pada tahun 2017, hanya ada 19,5 ribu ton bawang putih yang dihasilkan oleh tahan seluas 2.146 hektare. Bahkan jumlahnya berkurang dari tahun 2016 yang mana kala itu masih bisa produksi sebesar 21,15 ribu ton di lahan seluas 2.407 hektare.



Artinya memang produksi bawang putih Indonesia amat jauh dengan kebutuhan masyarakat dan juga industri makanan. Perbandingan produksi dan impor bawang putih Indonesia adalah sebesar 1:30.

Sebagai catatan bawang putih yang dijadikan tinjauan dalam tulisan ini adalah yang memiliki kode HS 70320 dan turunannya. Sedangkan kurs acuan adalah Rp 14.300/US$.

TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading