PM Inggris Bertemu Pemimpin UE Bahas Brexit, Ini Hasilnya

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
22 November 2018 14:32
PM Inggris Bertemu Pemimpin UE Bahas Brexit, Ini Hasilnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan dia akan kembali ke Brussels pada hari Sabtu (24/11/2018) untuk menuntaskan garis besar hubungan masa depan Inggris dengan Uni Eropa (UE) setelah pertemuannya dengan kepala eksekutif blok itu pada hari Rabu gagal menjembatani jurang pemisah.

May bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker selama sekitar satu setengah jam untuk mencoba memenangkan komitmen yang ditujukan untuk membantunya menenangkan para pemberontak di dalam negeri yang menentang rancangan perjanjian Brexit-nya.



"Ada beberapa masalah yang tersisa yang telah kami diskusikan," kata May sesudahnya. "Saya akan kembali pada hari Sabtu untuk pertemuan lebih lanjut, termasuk lagi dengan Presiden Juncker untuk membahas bagaimana kami dapat memastikan bahwa kami dapat menyelesaikan proses ini."

Dengan sisa empat bulan menjelang keluarnya Inggris, May kini mencoba untuk menyelesaikan garis besar hubungan masa depan Inggris dan UE sebelum dilangsungkannya pertemuan puncak para pemimpin zona euro pada hari Minggu untuk mengesahkan perjanjian Brexit.

Ketegangan meningkat setelah diplomat UE mengatakan mereka telah diberitahu bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel tidak mau datang pada hari Minggu untuk melakukan pembicaraan lagi, yang berarti teks harus siap sebelum Minggu.

Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez berkeras akan menentang rancangan perjanjian kecuali dia memenangkan jaminan atas semenanjung Gibraltar yang disengketakan.

Pada Rabu malam, May berbicara dengan Sanchez dan "ada hubungan yang baik antara Inggris, Pemerintah Spanyol, dan Pemerintah Gibraltar," kata kantor May dan menambahkan bahwa Inggris dan Gibraltar "menantikan diskusi ini untuk berlanjut."

May mengatakan perunding dari Inggris dan UE akan terus mengerjakan teks tersebut.

"Saya percaya kami telah mampu memberikan arahan yang cukup bagi mereka untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang tersisa," katanya.

Seorang juru bicara Komisi Eropa mengatakan "kemajuan yang sangat baik" dibuat pada pertemuan May dengan Juncker: "Pekerjaan terus berlanjut," katanya, melansir Reuters.


PM Inggris Bertemu Pemimpin UE Bahas Brexit, Ini HasilnyaFoto: Infografis/Brexit/Arie Pratama
Para diplomat di Brussels mengatakan kekhawatiran negara-negara Uni Eropa atas hak penangkapan ikan dan ikatan perdagangan masa depan sebagian besar telah ditanggapi dalam deklarasi politik tentang hubungan masa depan UE-Inggris yang akan membentuk paket dengan perjanjian perceraian yang mengikat secara hukum. Ini berarti kekhawatiran Spanyol adalah masalah terakhir untuk diselesaikan.

"Satu-satunya yang benar-benar luar biasa adalah Gibraltar," kata seorang diplomat UE.

Sanchez telah menuntut jaminan bahwa masa depan Gibraltar akan diselesaikan melalui pembicaraan langsung dengan Madrid.

"Jika ini tidak diselesaikan pada hari Minggu, Spanyol, pemerintah pro-Eropa, sayangnya akan memilih 'Tidak'," kata Sanchez pada konferensi pers di Valladolid.

Banyak pihak di Brussel berpendapat Sanchez berusaha untuk mencetak poin dengan pemilih di dalam negeri sebelum dilakukannya pemilihan lokal 2 Desember di wilayah Andalusia selatan. Mereka mengatakan masalah itu bisa diselesaikan oleh para pemimpin dan memperingatkan Madrid agar tidak mempertaruhkan seluruh perjanjian Brexit.

Sebagai tawaran untuk para pejuang Brexit di Inggris, May berusaha memasukkan solusi teknologi yang mereka usulkan untuk menjaga perbatasan tetap terbuka di pulau Irlandia. Uni Eropa sebelumnya menolak gagasan-gagasan ini sebagai hal yang tidak realistis pada tahap ini.



Menteri keuangan May, Philip Hammond, mengatakan parlemen Inggris perlu mendukung kesepakatannya atau akan menyebabkan rusaknya ekonomi atau membahayakan Brexit secara keseluruhan.

"Kelancaran keluar dari Uni Eropa, melakukan ini secara teratur, bernilai puluhan miliar pound untuk ekonomi kita," katanya kepada penyiar ITV.

"Jika kesepakatan itu tidak disetujui oleh parlemen, kita akan memiliki situasi politik yang kacau ... Dalam kekacauan yang akan terjadi, mungkin tidak ada Brexit," tambahnya. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading