Kontrak Lapindo Brantas Diperpanjang Hingga 2040, Amankah?

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
03 August 2018 14:58
Pemerintah meneken kontrak perpanjangan untuk blok Brantas sampai 2040.
Jakarta, CNBC Indonesia- Perpanjangan kontrak untuk blok migas atau wilayah kerja (WK) Brantas diteken hari ini. Lapangan dipastikan dapat beroperasi hingga tahun 2040.

Untuk perpanjangan kali ini, kontraktor WK Brantas yakni Lapindo Brantas Inc, PT Prakarsa Brantas, dan PT Minarak Brantas Gas bakal menggunakan skema gross split.




Kontrak Blok Brantas semestinya berakhir pada 2020 mendatang, namun dengan penandatanganan ini grup Bakrie yang ada di balik Lapindo Brantas mendapat tambahan masa operasi 20 tahun lagi.

Dari kontrak bagi hasil WK Brantas ini, total bonus tanda tangan (signature bonus) yang diterima Pemerintah sebesar USD 1 juta atau setara Rp 13,4 miliar. Sedangkan perkiraan total nilai investasi dari pelaksanaan komitmen kerja pasti lima tahun pertama adalah sebesar USD 115,5 juta atau setara dengan Rp 1,5 triliun (asumsi nilai tukar Rupiah sesuai APBN 2018, Rp 13.400 per dolar Amerika Serikat).

"Kontrak bagi hasil ini merupakan kontrak perpanjangan yang berlaku efektif pada 23 April 2020 untuk jangka waktu kontrak selama 20 tahun dengan kontraktor Lapindo Brantas Inc, PT Prakarsa Brantas, dan PT Minarak Brantas Gas. Adapun, Lapindo Brantas Inc, bertindak sebagai operator," tutur Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto saat dijumpai di Kementerian ESDM, Jumat (3/8/2018).

Untuk skema splitnya, pemerintah mendapatkan 53% untuk minyak, dan 48% untuk gas. Sedangkan untuk kontraktor, diberikan 50%, Prakarsa Brantas 32%, dan Minarak Brantas Gas 18%. Selain itu 10% akan ditawarkan kepada BUMD sebagai hak partisipasi. 

Presiden Direktur Lapindo Brantas Faruq Adi Nugroho menambahkan, saat ini produksi kilang Lapindo Brantas berada di kisaran 20-25 mmscfd, dengan target akhir tahun mencapai 30-35 mmscfd.

"Menurut, rencana kami akan meningkat 2022-2023 akan 100 mmscfd, pada lima tahun sejak perpanjangan ditargetnya produksinya naik jadi 150 mmscfd. Insya Allah bisa kontribusi cukup baik di wilayah timur dan wilayah Jawa Tengah, dan seterusnya," tutur Faruq ketika dijumpai di kesempatan yang sama.

Selain itu, terkait kekhawatiran akan terulangnya insiden lumpur Lapindo, Djoko meyakinkan, pemerintah sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan memastikan operasi kilang aman.

"Kami sudah turun ke lapangan langsung, koordinasi dengan pemerintah daerah, memastikan terus bekerja dengan aman agar insiden lumpur Sidoarjo tidak terulang lagi," tandas Djoko.
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading