Penguasa Blok Minyak Raksasa RI Ditentukan Awal Agustus

News - Arys Aditya, CNBC Indonesia
26 July 2018 12:09
Penguasa Blok Minyak Raksasa RI Ditentukan Awal Agustus
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah bakal menentukan siapa yang akan jadi pengelola blok minyak dengan produksi terbanyak di RI, blok Rokan, paling lambat awal Agustus nanti.

"Kami berusaha agar selesai. Hari ini sampai minggu depan kami maraton untuk evaluasi, kami coba yang terbaik. Targetnya awal Agustus selesai," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar usai Rakornas TPID 2018, Kamis (26/7/2018).




Blok Rokan saat ini diperebutkan dua perusahaan migas jumbo, Chevron dan Pertamina. Selama 50 tahun terakhir, blok dengan produksi minyak 212 ribu hingga 220 ribu barel per hari dikuasai oleh Chevron dan akan berakhir kontraknya pada 2021 mendatang.

Pertamina, sejak bulan lalu, menyatakan berminat untuk mengelola Blok Rokan dan siap bersaing dengan Chevron. Perusahaan BUMN migas ini, mengirimkan proposal ke pemerintah dan melengkapinya semalam.

"Pertamina sudah komplit, kemarin malam lengkap. Firm working commitment, bonus tanda tangan, sudah semua. Baik semua pokoknya," kata Arcandra.

Arcandra menegaskan yang akan mengelola blok Rokan ke depan menggunakan gross split. Porsinya mengikuti aturan, jika perusahaan ingin mengubah porsi split perlu mengajukan diskresi ke menteri terlebih dulu. "Kunci gross split kan kepastian, kalau tidak penting banget ya tidak usah negosiasi."

Untuk memilih calon penguasa blok Rokan, pemerintah akan mengkomparisi penawaran masing-masing perusahaan. Mulai dari pengelolaan komersialnya, komitmen kerja pasti, bonus tanda tangan, dan pemilihan metode untuk mengoptimalkan produksi.

Seksinya blok ini membuat dua perusahaan sibuk mendekati pemerintah dan menawarkan keunggulan. Chevron bahkan sampai menyambangi Menko Maritim Luhut Pandjaitan dan sesumbar soal investasi yang bisa dikucurkan di blok Rokan selama 20 tahun ke depan jika diberi kesempatan untuk kelola blok itu lagi.



Merinci soal janji investasi yang disiapkan Chevron, Luhut memaparkan bahwa investasi tersebut terdiri dari dua tahap. Pertama yakni untuk produksi total hingga 500 juta barel, nilai investasi yang dikucurkan senilai US$ 33 miliar. Masuk ke fase kedua, dengan produksi total 700 juta barel diperkirakan investasi bisa mencapai hingga US$ 55 miliar. (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading