Kisruh Ojek Online: Ini Bedanya Jokowi dan Nadiem

News - Exist In Exist, CNBC Indonesia
05 April 2018 11:39
Kisruh Ojek Online: Ini Bedanya Jokowi dan Nadiem
Jakarta, CNBC Indonesia - Driver ojek online tengah meradang, menuntut pendapatan yang lebih layak dan legalitas dari status mereka di negeri ini.  

Namun, CEO & Founder Go-Jek Nadiem Makarim enggan memberi penjelasan terkait upaya pihaknya untuk meredam kisruh tersebut saat ditemui usai acara 'Indonesia Summit: The Innovation Imperative', Kamis (5/4/2018), di Shangri-La.  

[Gambas:Video CNBC]


Lagi-lagi, Nadiem hanya memberi jawaban yang biasa dia ucapkan kepada jurnalis: "Mohon maaf banget, saya telat nih ada meeting". 

Wartawan kemudian mengatakan, "Presiden Jokowi juga sudah kasih penjelasan pak, masa dari Go-Jek ga ada comment? 

"Mohon maaf banget, kan sudah biasa sama saya, kalau ada ya kita bakal comment," jelas Nadiem. 

Lalu dia meninggalkan acara sambil mengatakan, "Go-Jek saya udah datang tuh," 



Saat driver ojek online, termasuk Go-Jek demonstrasi besar-besaran pada 27 Maret 2018, Nadiem juga menolak memberi penjelasan. 

Ketika demonstrasi berlangsung, dia tengah menghadiri acara 'Presidential Lecture bagi CPNS' dan usai acara menolak berkomentar. Nadiem kemudian mengatakan dirinya ditunggu Go-Car, dan lalu meninggalkan lokasi acara.

Adapun pada hari itu juga, Presiden Joko Widodo langsung turun tangan bertemu dengan lima orang perwakilan pendemo. Kepala Negara didampingi antara lain oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Staf Presiden Moeldoko. 

Di hari yang sama, Presiden langsung memberi pernyataan kepada pers tentang demonstrasi yang dilakukan driver ojek online. 

"Ya ketemu, intinya mereka menyampaikan kesulitan mengenai tarif, yang perang tarif antara aplikator. Sehingga, tadi saya perintahkan kepada Menhub, Menkominfo, untuk besok mengumpulkan aplikator-aplikator [Grab, Go-Jek dan Uber]," jelas Jokowi kala itu.

(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading