International

Sehatkan Asuransi Ini, Pemerintah China Suntik Dana Rp 131 T

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
04 April 2018 17:49
Pemerintah China suntik Anbang Insurance Group sebesar Rp 131 triliun karena pemerintah khawatir dengan tingkat solvency perusahaan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen Anbang Insurance Group pada hari Rabu (4/4/2018) mengatakan pemerintah China akan menyuntikkan dana sebesar 60,8 miliar yuan atau setara US$9,7 miliar (Rp 130,95 triliun). Pemerintah khawatir dengan kemampuan perusahaan memenuhi utang jangka panjang (solvency).

Pada Februari 2018, regulator asuransi China mengumumkan tindakan penyelamatan asuransi yang tidak lazim bagi Anbang. Pekan lalu, Jaksa penuntut di Pengadilan Shanghai menuduh mantan Chairman Anbang Wu Xiaohui telah menipu perusahaan lebih dari US$10 miliar (Rp 135 triliun). Belum ada putusan yang diumumkan atas kasus ini.

Langkah penyelamatan yang dilakukan pemerintah selamatkan Anbang merupakan langkah paling agresif untuk menyelamatkan sebuah konglomerasi keuangan yang memiliki hubungan politik dengan negara yang bertumbuh dengan cepat karena melakukan akuisisi di luar negeri dan membiayai akuisisi tersebut dengan utang.


Suntikan dana dari pemerintah China akan membuat modal disetor Anbang meningkat menjadi 61,9 miliar yen. "Suntikan modal akan mendukung penguatan manajemen risiko Anbang, memastikan banyak likuiditas dan menjaga stabilitas operasi," ujar manajemen dalam situs Anbang seperti dikutip AFP, Rabu (4/42018).

Pengambilalihan Anbang dilakukan pemerintah China pada tahun lalu dan menyatakan bisa saja memperpanjang waktu pengambilalihan untuk menyelesaikan restrukturisasi Anbang.

Anbang akan segera memilih pemegang saham strategis dalam waktu dekat untuk menambah suntikan dana, berdasarkan keterangan perusahaan.

Anbang memang menjalankan strategi yang tidak lazim dalam mengembangkan usaha. Mereka melakukan penjualan secara masif dalam jangka pendek, kebijakan imbal hasil tinggi pada unitlink. Dengan cepat perusahaan ini menjadi asuransi terbesar di China tetapi pemerintah menyakini tindakan ini berlebihan dan merugikan perusahaan karena peningkatan risiko.

Ada beberapa korporasi yang suka menghabiskan dana untuk akuisisi perusahaan luar negeri, mulai dari klub sepak bola Eropa hingga jaringan hotel dan studio film. Beberapa perusahaan itu diantaranya adalah Anbang, HNA, Fosun, dan Wanda.
 
Namun pihak berwenang, yang semula mendorong belanja aset dalam bentuk akuisisi seperti itu, dalam setahun terakhir mulai menentang hal itu, khawatirnya perusahaan akan kehabisan modal dan bangkut, yang dapat memicu kehancuran keuangan di negara asalnya.
 
Didirikan pada tahun 2004, Anbang tumbuh pesat menjadi pusat jasa keuangan, membuat kehebohan pada tahun 2014 karena membeli landmark New York, yaitu hotel Waldorf Astoria seharga US$1,95 miliar (Rp 26,33 triliun), juga melakukan beberapa akuisisi lainnya.
(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading