Jonan Klaim Pemerintah Satu Suara Soal Harga Batu Bara

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
06 March 2018 14:09
Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan PP tentang penetapan harga batu bata untuk kebutuhan dalam negeri tinggal tanda tangan Presiden Joko Widodo.
Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan Peraturan Pemerintah (PP) tentang penetapan harga batu bata untuk kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO), khususnya untuk PT PLN (Persero), tinggal menunggu tanda tangan Presiden Joko Widodo.

"Kalau bisa hari ini Pak Presiden tanda tangan PP, sudah saya teken tinggal kasih nomor," kata Jonan di Energy Building, Selasa (6/3/2018).




Aturan itu, disampaikan Jonan, akan mengatur harga batu bara yang tidak merugikan pengusaha, membuat tarif listrik tidak naik, serta tidak memberatkan PLN. Dia sendiri mengaku telah selesai mempersiapkan Keputusan Menteri terkait aturan tersebut.

Berdasarkan arahan Presiden Jokowi, Jonan mengaku pengaturan harga bertujuan untuk kepentingan umum, yakni tarif listrik harus terjangkau oleh masyarakat.

"Kami akan konsultasi dengan Komisi VII DPR, mereka juga mendukung tarif listrik tidak naik," ujar Jonan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengaku penetapan harga batu bata telah diketahui oleh beberapa kementerian lain, seperti Kementerian Keuangan dan Badan Usaha Milik Negara. Dengan itu, dia berharap pemerintah mengeluarkan harga yang terbaik.

"Tujuannya adalah bagaimana tarif untuk kalian (masyarakat) tidak naik, untuk industri juga tidak naik," ujar Sofyan.

Industri, kata dia, penting untuk mendapat tarif listrik yang terjangkau agar tidak adak ada penurunan daya beli masyarakat. Penurunan daya beli bisa berimbas pada melemahnya industri, hingga PHK oleh perusahaan.
Artikel Selanjutnya

Perpres Harga Batu Bara Akan Dongkrak Laba PLN


(gus/gus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading