Aturan Harga Terbit, PLN Beli Batu Bara di US$ 40 per Ton

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
09 March 2018 14:45
PLN  akan membeli batu bara di kisaran harga US$ 40 per ton, sebab mayoritas pembangkit menggunakan batu bara dengan kalori 4.000 hingga 5000 Kcal.
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah telah menetapkan batas atas harga batu bara pemenuhan kebutuhan listrik di angka US$ 70 per ton untuk kalori 6.322 Kcal. Dengan aturan itu, PLN kemungkinan akan membeli batu bara di kisaran harga US$ 40 per ton, sebab mayoritas pembangkit menggunakan batu bara dengan kalori 4.000 hingga 5000 Kcal.

"Rata-rata itu (membeli) sekitar US$ 40 dolar per ton, kalau yang kalori 4.200 sekitar US$ 37, kalau 5.000 Kcal mungkin US$ 43," kata Direktur Pengadaan Strategis PLN Supangkat Iwan Santoso di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (8/3/2018).




Adapun rincian kebutuhan PLTU saat ini adalah 0,8% untuk batu bara berkalori di atas 6.000 Kcal, 63% untuk kalori 4.500 hingga 5.900 Kcal, sisanya sebanyak 36% di bawah 4.500 Kcal.

Iwan menyebut, penyediaan listrik dari PLTU berkisar 55,7% dari total keseluruhan listrik nasional. Dengan begitu, penetapan harga ini dapat membuat perseroan berhemat sekitar Rp 18 triliun sepanjang tahun ini.

"Rp 18 triliun untuk kebutuhan batu bara sebanyak 85 juta ton, kalau 89 juta ton sekitar Rp 20 triliun," terang dia.

Iwan mengatakan, keuntungan PLN sempat tergerus atas kenaikan harga batu bara di tahun lalu. Besarannya mencapai Rp 14 triliun, atas total penyerapan 82 juta ton batu bara.

Mekanisme detil yang tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) 1395K/30/MEM/2018 tentang Harga Batubara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum, disebutkan harga khusus itu berlaku untuk jangka waktu dua tahun, tepatnya sejak 1 Januari 2018 hingga Desember 2019 dan berlaku surut. 

Berlaku surut, dijelaskan Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, berarti harus dilakukan penyesuaian kembali kontrak-kontrak penjualan yang sudah berjalan sejak 1 Januari 2018.

Dengan begitu, Iwan mengatakan kelebihan pembayaran PLN yang telah berlangsung dengan penyedia batu bara, akan dikurangi dalam pembayaran bulan yang akan datang. 




(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading