Malam Ini Ada Peristiwa Besar, Lelang Obligasi RI Jadi Sepi

Market - Maesaroh & Maesaroh, CNBC Indonesia
12 April 2022 16:17
Ilustrasi Investasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lelang Surat Utang Negara (SUN) kembali sepi peminat terutama dari investor asing. Jumlah penawaran asing yang masuk pada lelang hari ini hanya di bawah Rp 5 triliun.

Seperti diketahui, hari ini pemerintah melaksanakan lelang pada hari ini, Selasa (12/4) untuk seri SPN12230413 (new issuance), FR0090 (reopening), FR0091 (reopening), FR0093 (reopening), FR0092 (reopening), dan FR0089 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran yang masuk dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) hari ini mencapai Rp 40,28 triliun. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan pada lelang sebelumnya pada 29 Maret (Rp 41,62 triliun). Jumlah penawaran yang masuk hari ini adalah yang terendah sepanjang tahun 2022.



Dari jumlah penawaran yang masuk, pemerintah hanya menyerap utang sebesar Rp 11,05 triliun. Dengan demikian, pemerintah gagal memenuhi target indikatif dalam empat lelang SUN terakhir.

Pada lelang hari ini, penawaran yang masih dari investor asing mencapai Rp 4,45 triliun rupiah. Pemerintah hanya mengambil Rp 0,56 triliun dari penawaran investor asing yang masuk pada lelang. Jumlah tersebut menjadi yang terkecil sepanjang tahun ini.

Investor paling meminati Surat Perbendaharaan negara SPN12230413 bertenor satu tahun. Seri tersebut mendapatkan penawaran sebesar Rp 17,33 triliun di mana Rp 3 triliun datang dari investor asing. Seri FR0091 dengan tenor 10 tahun memperoleh tawaran sebanyak Rp 9,22 triliun.

Berdasarkan data DJPPR, yield tertinggi yang dimenangkan untuk seri benchmark FR090 bertenor lima tahun tercatat 5,82%. Sementara itu, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan ada di 5,79%. Yield tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pada lelang dua pekan sebelumnya.

Pada lelang dua pekan lalu, yield tertinggi yang dimenangkan pada seri FR090 adalah 5,65% sementara yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan tercatat 5,61%.

Sementara itu, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk seri FR091 bertenor 10 tahun tercatat 6,89%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan lelang sebelumnya yang ada di angka 6,74%.

Ekonom Bahana Sekuritas Putera Satria Sambijantoro mengatakan minimnya investor asing pada lelang hari ini karena mereka masih wait-and-see dalam membeli aset obligasi akibat adanya sentimen suku bunga di Amerika Serikat (AS).

"Terlebih data inflasi AS juga akan keluar Selasa malam ini. Sentimen global ini menyebabkan arus modal asing ke pasar obligasi, bersifat relatif 'lagging' jika dibandingkan dengan aksi beli asing yang agresif di pasar saham," tutur Satria, kepada CNBC Indonesia.


Sebagai catatan, yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun melonjak ke level 2,8% yang menjadi rekor tertinggi sejak Desember 2018. "Ke depan, jika sentimen negatif global mereda, stabilitas nilai tukar rupiah seharusnya bisa menarik arus modal ke obligasi dan menurunkan imbal hasil SUN Indonesia," tambah Satria.

Inflasi AS untuk Maret akan diumumkan pada Selasa (12/4) malam waktu Indonesia. Pasar memperkirakan inflasi Negara Paman Sam akan naik 8% year on year (YoY), melebihi inflasi Februari yang tercatat 7,9%.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan inflasi AS yang tinggi sedikit banyak akan memberikan dampak ke rupiah maupun yield obligasi kita. Dody menjelaskan inflasi tinggi membutuhkan respons bank sentral secara preemptive agar tidak menyebabkan peningkatan ekspektasi inflasi yang tidak terkendali. Inflasi tinggi akan direspons bank sentral Amerika, The Fed, dengan kebijakan yang lebih agresif melalui kenaikan suku bunga.

"Kenaikan suku bunga the Fed tersebut berpotensi menyebabkan modal keluar di sejumlah negara emerging tak terkecuali Indonesia yang menyebabkan tekanan pada nilai tukar dan yield obligasi kita," ujar Dody kepada CNBC Indonesia.

Dody memastikan BI akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menjaga yield obligasi negara tetap memiliki daya saing relatif terhadap peers sehingga tetap menarik bagi modal masuk ke perekonomian.

Karena target lelang tidak tercapai, pemerintah alan melaksanakan lelang SUN tambahan (Greenshoe Option) sebagai berikut:

  1. Tanggal Lelang : Rabu, 13 April 2022, dibuka pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 10.00 WIB
  2. Tanggal Setelmen : Kamis, 14 April 2022
  3. Target Maksimal : Rp8.950.000.000.000,00 (delapan triliun sembilan ratus lima puluh miliar rupiah)


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Penawaran Lelang SUN Rp 19,74 T, Pemerintah Serap Rp 7,76 T


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading