Sempat Menguat, Harga Minyak Mentah Kembali Melemah

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
12 May 2021 17:15
FILE PHOTO: Oil pours out of a spout from Edwin Drake's original 1859 well that launched the modern petroleum industry at the Drake Well Museum and Park in Titusville, Pennsylvania U.S., October 5, 2017. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah dunia berbalik melemah pada perdagangan Rabu (12/5/2021) hari ini, setelah data industri menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang memperkuat prospek permintaan OPEC dan penutupan pipa bahan bakar terbesar AS menuju hari keenam, pasca serangan siber.

Harga kontrak Brent melemah 0,51% dibanding posisi penutupan kemarin ke US$ 68,2/barel. Di saat yang sama, kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) juga turun 0,34% ke US$ 65,06/barel. Padahal sekitar dua jam lalu, harga minyak acuan masih sempat melanjutkan penguatannya.


Data dari grup industri American Petroleum Institute menunjukkan stok minyak mentah AS turun 2,5 juta barel dalam sepekan hingga 7 Mei 2021.

Penurunan stok minyak sedikit kurang dari yang diharapkan. Delapan analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan secara rata-rata, stok minyak mentah turun 2,8 juta barel.

Penarikan itu terjadi sebelum Colonial Pipeline dilanda serangan siber pada Jumat (7/5/2021) akhir pekan lalu yang memaksa untuk mengangkut lebih dari 2,5 juta barel bahan bakar sehari itu untuk ditutup. Operator tersebut berharap dapat memulai kembali sebagian besar jaringan pada akhir pekan ini.

Sebelumnya, Reuters melaporkan adanya serangan siber memaksa penutupan jaringan pipa pasokan bahan bakar penting di Amerika Serikat. Hal ini jelas menunjukkan celah betapa rapuhnya infrastruktur minyak di Negeri Paman Sam.

Gedung Putih bekerja sama dengan Colonial Pipeline untuk membantunya pulih dari serangan ransomware, yang memaksa operator pipa bahan bakar terbesar AS untuk menutup jaringan yang memasok negara bagian timur yang padat penduduk.

Jaringan Colonial adalah sumber hampir setengah dari pasokan bahan bakar Pantai Timur AS yang mengangkut 2,5 juta barel bensin dan bahan bakar lainnya per hari, dan perusahaan harus menutup semua jaringan pipa setelah serangan dunia maya pada hari Jumat, yang melibatkan ransomware.

Tidak jelas siapa yang melakukan serangan itu, tetapi sumber mengatakan kepada Reuters bahwa para peretas kemungkinan besar adalah kelompok penjahat dunia maya profesional.

Colonial mengatakan pada Minggu (9/5/2021) lalu bahwa jalur bahan bakar utamanya tetap offline tetapi beberapa jalur kecil antara terminal dan titik pengiriman sekarang beroperasi. Tidak disebutkan kapan jaringan akan kembali ke kapasitas operasional penuh.

"Kesimpulan utamanya adalah orang-orang jahat sangat mahir menemukan cara baru untuk menembus infrastruktur," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates kepada Reuters.

"Infrastruktur belum mengembangkan pertahanan yang dapat mengimbangi semua cara berbeda yang dapat dilakukan malware untuk menginfeksi sistem seseorang." Penghentian saluran yang berkepanjangan, yang digambarkan sebagai "pusat infrastruktur" di Amerika Serikat oleh seorang analis, akan menyebabkan harga pompa bensin melonjak menjelang puncak musim mengemudi musim panas.

Departemen Energi mengatakan sedang memantau dampak potensial terhadap pasokan energi negara, sementara Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS dan Administrasi Keamanan Transportasi mengatakan kepada Reuters bahwa mereka sedang menangani situasi tersebut.

Adanya kejadian tersebut membuat pelaku pasar khawatir bahwa distribusi akan terganggu dalam waktu yang lama yang membuat harga melonjak jelang periode musim mengemudi musim panas.

Bagaimanapun juga harga minyak masih tergolong tinggi jika melihat kasus infeksi Covid-19 di India masih belum bisa dijinakkan. Di sisi lain impor China juga mulai melandai di bulan April di bawah 10 juta barel per hari (bph).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading