Bank Mini Dihajar Lagi, Saham Bank Alim Markus Paling Parah

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
26 March 2021 09:51
Presiden Direktur Maspion Group, Alim Markus (CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rombongan bank mini (bank dengan modal inti Rp 1-5 triliun) kembali terpuruk di zona merah pada awal perdagangan hari ini Beberapa di antaranya tercatat menyentuh auto rejection bawah (ARB).

Para pelaku pasar tampaknya mulai ramai-ramai meninggalkan saham bank bermodal 'cekak' ini dalam seminggu terakhir.


Berikut gerak saham bank mini pagi ini, pukul 09.19 WIB, serta kinerja saham sepekan.

Berdasarkan tabel di atas, terdapat 6 saham bank mini yang menyentuh ARB, yakni BMAS, AGRS, BNBA, BBHI, BKSW dan AMAR.

Dalam sepekan, 10 dari 11 saham emiten di atas mengalami anjlok yang besar, merentang dari 3%-29%. Ini menunjukkan pelaku pasar tampaknya mulai ramai-ramai melego saham-saham bank mini, setelah setidaknya dalam sebulan terakhir saham-saham ini 'terbang' tinggi.

Saham BMAS tercatat merosot paling dalam dan menyentuh ARB 6,94% ke Rp 805/saham. Nilai transaksi saham ini sebesar Rp 3,62 juta. Dalam sepekan saham BMAS sudah anjlok 29,39%.

Praktis, sejak suspensi dibuka oleh pihak bursa pada 19 Maret lalu, saham bank milik pengusaha Alim Markus ini terus berkubang di zona merah.

Informasi saja, otoritas bursa sempat menghentikan sementara perdagangan saham BMAS mulai 8-18 Maret. Hal tersebut lantaran terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BMAS.

Meskipun sepekan di zona merah, dalam sebulan, saham ini masih melesat 50,47%.

Sebelumnya, manajemen BMAS menyangkal rencana masuk ke bank digital dan adanya akuisisi oleh unicorn, hal ini disampaikan dalam keterbukaan informasi perusahaan pada 2 dan 8 Maret lalu.

Adapun soal rencana pembelian saham oleh Bank Thailand yang sudah dimulai sejak April tahun lalu, pihak BMAS mengatakan Kasikorn Vision Company Limited akan melakukan pembelian saham yang saat ini dimiliki oleh existing shareholders.

Kasikorn Vision adalah anak usah Kasikorn Bank Public Company Limited (KBank) yang saat ini menguasai saham BMAS 9,99%.

Adapun BMAS juga akan mengeluarkan 2,28 miliar saham baru untuk memperkuat modal perusahaan.

Di tempat kedua, ada saham AGRS yang juga menyentuh ARB 6,92% ke Rp 498/saham. Nilai transaksi saham ini sebesar Rp 43,03 juta. Dalam sepekan, saham ini tercatat terus anjlok 28,86%

Dengan demikian, sejak suspensi saham dibuka oleh BEI pada 18 Maret pekan lalu, saham AGRS selalu jeblok di zona merah.

Asal tahu saja, otoritas bursa 'menggembok' saham AGRS pada 8 Maret 2021 setelah saham ini mengalami peningkatan harga yang signifikan.

Sebelumnya, melalui keterbukaan informasi di awal bulan ini, pihak AGRS berkomitmen menjadi bank BUKU III dengan memenuhi aturan modal inti minimum OJK.

Melalui tanggapan tertulis ke BEI pada 8 Maret lalu, Manajemen perusahaan juga menyangkal soal isu akuisisi unicorn dan rencana masuk ke bank digital.

Sementara, dalam materi PE insidentil pada 15 Maret 2021, AGRS menjelaskan akan melakukan penambahan saham baru. Ini sesuai dengan rencana sebelumnya yang dijelaskan di keterbukaan informasi pada 8 Desember tahun lalu. AGRS akan melakukan penawaran umum terbatas melalui rights issue dengan menerbitkan saham baru sekitar 7,28 miliar.

Kenaikan saham bank mini akhir-akhir ini didorong oleh sentimen narasi bank digital dan aturan pemenuhan modal inti oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No 12/2020.

Peraturan tersebut mengharuskan bank untuk memiliki modal inti minimum bank umum sebesar Rp 1 triliun tahun ini, Rp 2 triliun pada 2021 dan minimal Rp 3 triliun tahun 2022. Dengan aturan tersebut, bank-bank dengan modal mini harus mencari investor strategis untuk menyuntikkan modal.

Sejumlah bank mini sudah memberikan tanggapan terkait isu bank digital melalui keterbukaan informasi di website BEI. BBHI, BACA dan BBYB, misalnya, berencana untuk masuk ke bank digital.

Namun, ada juga sejumlah bank mini lainnya yang menyangkal akan bertransformasi menjadi bank digital, seperti BGTG dan BMAS. Adapun ARTO dan AMAR sudah tercatat menjadi bank digital saat ini.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

No Mercy! Saham Bank Mini Dibanting Lagi & Sentuh ARB


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading