Ssst... 3 Saham Bank Mini Ini Gerak 'Liar' saat IHSG Rebound

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
20 January 2022 10:40
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound, ada 3 saham bank mini (dengan modal inti di bawah Rp 5 triliun) yang bergerak 'liar' pada lanjutan sesi I perdagangan Kamis (20/1/2022).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.13 WIB, IHSG naik 0,37% ke posisi 6.616,23. IHSG kembali ke zona hijau setelah 3 kali beruntun terbenam di zona merah pada minggu ini.

Berikut 3 saham bank mini yang melesat pada pagi ini.


  1. Bank Bisnis Internasional (BBSI), naik +5,77%, ke Rp 5.500/saham

  2. Bank QNB Indonesia (BKSW), +5,56%, ke Rp 190/saham

  3. Bank Oke Indonesia (DNAR), +5,30%, ke Rp /saham

Saham BBSI memimpin kenaikan 5,77% ke Rp 5.500/saham, melanjutkan kenaikan selama 6 hari beruntun. Alhasil, dalam sepekan saham ini terkerek 23,60%.

Di bawah BBSI, saham BKSW juga menuju ke 'utara' dengan naik 5,56% ke level Rp 190/saham, setelah kemarin melejit 7,78%.

Selain BBSI dan BKSW, saham DNAR juga mencuat 5,30% ke Rp 318/saham. Dalam sepekan, saham ini nak 2,60%.

Bersama sejumlah emiten bank mini lainnya, dalam tanggapannya terhadap permintaan penjelasan kepada pihak bursa, DNAR menegaskan komitmennya untuk memenuhi kewajiban modal inti minimum Rp 3 triliun pada tahun ini.

Sekadar informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan bank untuk memiliki modal inti minimal Rp 2 triliun pada 2021 dan meningkat menjadi sebesar Rp 3 triliun per Desember 2022.

Hal ini sesuai dengan deadline yang ditetapkan dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Sebelumnya, DNAR telah memenuhi Kewajiban Modal Inti minimum paling sedikit Rp 2 triliun selama 2021 sebagaimana diatur dalam POJK 12/2020.

Pada Oktober 2021, Bank Oke telah melakukan Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) kepada para pemegang saham dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dana hasil PUT tersebut sebesar Rp 499.827.827.715 (Rp 499,83 miliar).

Dengan dana rights issue tersebut, per 31 Desember 2021 modal inti Bank Oke adalah sebesar Rp 2,88 triliun (unaudited).

Kemudian, dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), Bank Oke telah menyampaikan rencana Rights Issue Rp 500 miliar di triwulan ke-4 tahun 2022, untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun.

"Sebagaimana komitmen APRO Financial Co., Ltd. [pengendali DNAR] yang telah disampaikan ke OJK pada tahun 2018. Dengan adanya rencana tersebut, per Desember 2022 jumlah modal inti perseroan diproyeksi akan memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun," jelas manajemen DNAR.

Sampai dengan saat ini, jelas manajemen DNAR, tidak ada rencana perubahan struktur pemegang saham, ultimate beneficial owner dan/atau pengendali.

Selain tiga saham di atas, beberapa saham bank mini lainnya juga tercatat menguat. Saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), misalnya, naik 2,36% ke Rp 130/saham.

Kemudian, saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBTB) naik 0,95%, dan saham PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) terapresiasi 1,20%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Bank Mini Mulai Dilirik Lagi, Awas Masuk 'Jurang'


(adf/adf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading