Analisis

Duh Gusti! Kok Trio Saham Big Cap ASII-UNVR-HMSP Drop Terus?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
23 March 2021 08:18
mobil di IIMS 2018

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga saham emiten big cap atau saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun anjlok pada perdagangan Senin (22/3/2021). Penurunan harga ketiga saham tersebut juga terjadi baik dalam sebulan maupun secara year to date (YTD).

Lantas, bagaimana kinerja keuangan dan prospek ketiga emiten ini?

Berikut pergerakan harga ketiga saham big cap tersebut, mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI) periode perdagangan Senin (22/3/2021).


UNVR

Kinerja saham emiten barang konsumen UNVR tercatat merosot 3,60% dalam sebulan. Bahkan, secara YTD produsen sampo brand Clear ini anjlok 12,42%.

Aksi beli asing dalam sebulan Rp 67,06 miliar dan Rp 73,20 miliar secara YTD tampaknya tidak mampu mendorong harga saham UNVR ke zona hijau.

Sebelumnya, UNVR melaporkan laba bersih 2020 tercatat turun 3,11% menjadi Rp 7,16 triliun, dari tahun sebelumnya Rp 7,39 triliun. Penurunan laba bersih ini seiring dengan kenaikan tipis pendapatan saat pandemi Covid-19.

Total penjualan bersih UNVR di 2020 mencapai Rp 42,97 triliun, naik 0,12% dari 2019 yakni Rp 42,92 triliun.

Satu sentimen negatif bagi saham-saham sektor konsumer ialah data penjualan ritel Indonesia yang masih 'berdarah-darah' dengan pertumbuhan negatif alias kontraksi yang belum kunjung berhenti. Bahkan kontraksinya masih berada di kisaran belasan persen.

Kontraksi ini turut mempengaruhi kinerja emiten-emiten ritel dan barang konsumsi, termasuk UNVR.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, penjualan ritel yang dicerminkan oleh Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2021 berada di 182. Turun 4,3% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/MtM).

Pada Januari 2021, penjualan ritel tumbuh -16,4% YoY. Membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang -19,2% YoY, tetapi masih lumayan dalam.

Situasi diperkirakan masih suram pada Februari 2021, di mana penjualan ritel diperkirakan tumbuh -0,7% MtM dan -16,5% YoY.

Sementara, dalam riset pada 17 Februari lalu, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memutuskan untuk mengurangi ekspektasi terhadap kinerja UNVR pada tahun ini seiring adanya pandemi Covid-19 di Indonesia sejak tahun lalu. Ada tiga kekhawatiran yang melatarbelakangi hal tersebut.

Pertama, pemulihan kegiatan ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Tanah Air yang lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

Kedua, adanya ketidakpastian terkait potensi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Ketiga, Mirae Asset khawatir soal beban biaya yang lebih tinggi seiring dengan pemulihan daya beli masyarakat yang lambat.

Terlepas dari kekhawatiran tersebut, pihak Mirae Asset tetap yakin bahwa UNVR mampu bertahan di tengah pandemi ini, mengingat perusahaan memiliki beragam produk atau brand.

UNVR ditopang oleh produk kesehatan dan kebersihan dan produk konsumsi di rumah, yang masih menunjukkan kinerja yang baik selama pandemi.

Sementara, produk yang terkait dengan bisnis Unilever Foods Solution (UFS), es krim, dan produk perawatan kulit "telah mengalami kondisi yang menantang" sejak pandemi muncul.

Kendati demikian, Mirae Asset tetap yakin bahwa kinerja UNVR tahun ini akan lebih baik daripada tahun lalu.

Menurut revisi terbaru Mirae Asset, penjualan segmen produk perawatan pribadi alias home and personal care tumbuh 4,5% secara year on year (YoY) sepanjang 2021. Sebelumnya, Mirae Asset memperkirakan pertumbuhan produk ini sebesar 7,0% secara tahunan.

Sementara itu, penjualan segmen Foods and refreshments (F&R) akan tumbuh sekitar 4,7% YoY di FY21. Lebih kecil 2,0% dari perkiraan pertumbuhan sebelumnya di 6,7% YoY.

Kemudian, pendapatan UNVR diperkirakan akan memperoleh pendapatan pada 2021 dan 2021 masing-masing sebesar Rp 44,9 triliun atau 4.6% YoY dan Rp 47,8 triliun atau 6.3% YoY.

Seiring dengan itu, laba bersih emiten dengan sokongan sembilan pabrik ini diperkirakan akan pulih 2,7% YoY menjadi Rp 7,4 triliun pada tahun ini dan kembali naik sebesar 13,4% YoY menjadi Rp 8,3 triliun pada tahun mendatang.

NEXT: Analisis ASII dan HMSP

HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading