Paket Lengkap PPnBM & DP 0%, Tak Ngaruh ke Saham Astra Dkk

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
18 February 2021 16:34
Ilustrasi Mobil Toyota

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas saham otomotif merespons negatif atas pengumuman Bank Indonesia yang memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7 Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,5% dan uang muka (down payment/DP), sore ini, Kamis (18/2/2021).

Menurut data BEI pada penutupan pasar Kamis (18/2/2021), tiga saham properti, yakni saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), malah berada di zona merah.

Sang 'raja otomotif' ASII turun 1,29% ke posisi Rp 5.725/unit, dengan nilai transaksi mencapai Rp 326 miliar. Asing tercatat melakukan aksi jual bersih di pasar reguler senilai Rp 82,90 miliar.


Setali tiga uang dengan induknya ASII, AUTO juga melemah 0,49% ke Rp 1.025. Tercatat nilai transaksi saham AUTO sebesar Rp 1,29 miliar dengan volume 1,26 juta saham. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 357,41 juta.

Saham SMSM juga turun tipis 0,39% ke Rp 1.270, setelah beberapa kali sempat di zona hijau selama perdagangan hari ini. Aksi beli bersih asing senilai Rp 429,59 juta tidak mampu mendongkrak harga saham emiten produsen sparepart otomotif ini.

Sementara, saham Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) dan anak usahanya PT Indomobil Multi Jasa (IMJS) berhasil ditutup di zona hijau hari ini.

IMAS ditutup menguat 2,41% ke Rp 1.275 di tengah aksi net sell asing Rp 921,40 juta. IMJS akhirnya ditutup naik 0,57% ke Rp 350/unit setelah sempat melemah 0,57% di Rp 346/unit pada pukul 14:55 WIB.

Turunnya suku bunga acuan BI membawa kabar baik bagi emiten otomotif tanah air. Pemangkasan suku bunga acuan menjadi 3,5% diharapkan bisa memulihkan industri otomotif Indonesia. Salah satunya dengan mendorong pembelian kendaraan bermotor yang lesu akibat pandemi Covid-19.

Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Februari 2021. Gubernur Perry Warjiyo dan kolega memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Februari 2021 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%," kata Perry usai RDG, Kamis sore (18/2/2021).

Tahun lalu, BI menurunkan suku bunga acuan sebanyak 125 bps. Penurunan hari ini menjadi yang pertama pada 2021.

BI juga melonggarkan aturan Loan to Value (LTV) untuk kredit kendaraan bermotor yang menggunakan fasilitas bank.

Kini membeli mobil melalui KKB atau Kredit Kendaraan Bermotor bisa tanpa DP alias Down Payment.

"Melonggarkan ketentuan Uang Muka Kredit/Pembiayaan Kendaraan Bermotor menjadi paling sedikit 0% untuk semua jenis kendaraan bermotor baru," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, Kamis (18/2/2021).

Kebijakan tersebut, menurut BI dikeluarkan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif.

"Dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, berlaku efektif 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Desember 2021."


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading