Saham Otomotif Mulai Menari-nari, Pajak 0% Jualan Mobil Laris

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
15 March 2021 10:01
Petugas melakukan pengecekan fisik kendaraan sebelum di kirimkan ke pelanggan di Dealer Honda Sawangan, Depok, Jawa Barat (17/9/2020). Kementerian Perindustrian mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten otomotif kompak menguat pada awal perdagangan hari ini. Penguatan ini seiring laporan adanya peningkatan penjualan mobil secara signifikan pasca-berlakunya relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) pada 1 Maret lalu.

Berikut gerak lima saham otomotif pagi ini, pukul 09.35 WIB:

  1. Indomobil Sukses Internasional (IMAS), saham +1,70%, ke Rp 1.195, transaksi Rp 5 M


  2. Indomobil Multi Jasa (IMJS), +1,27%, ke Rp 318, transaksi Rp 402 juta

  3. Selamat Sempurna (SMSM), +1,14%, ke Rp 1.330, transaksi Rp 665 juta

  4. Astra International (ASII), +0,91%, ke Rp 5.525, transaksi Rp 33 M

  5. Astra Otoparts (AUTO), +0,43%, ke Rp 1.165, transaksi Rp 463 juta

Saham emiten Indomobil Group IMAS memimpin penguatan dengan naik 1,70% ke Rp 1.195/saham dengan nilai transaksi Rp 5 miliar.

Dengan penguatan ini saham IMAS melanjutkan penguatan sejak Jumat lalu, yang ditutup melonjak 2,62% ke Rp 1.175/saham.

Seperti induknya IMAS, IMJS juga ikut menguat 1,27% ke Rp 318/saham dengan nilai transaksi Rp 402 juta.

Kemudian, sang 'raja otomotif' ASII pun tidak mau ketinggalan momentum, dengan terapresiasi 0,91% ke Rp 5.525/saham dengan nilai transaksi Rp 33 miliar. Penguatan ini membuat ASII melanjutkan aktivitas di zona hijau setelah Jumat lalu juga menguat 0,92% ke Rp 5.475/saham.

Tidak mau kalah dengan sang induk ASII, AUTO, juga mencatatkan kenaikan sebesar Rp 0,43% ke Rp 1.165/saham dengan catatan transaksi Rp 463 juta.

Sebelumnya, para agen pemegang merk (APM) melaporkan sudah ada peningkatan penjualan mobil secara signifikan.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengklaim selama empat hari berlakunya relaksasi PPnBM, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen dibanding periode yang sama bulan Februari 2021.

"Sejauh ini dari data yang kami pantau, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen," kata Marketing Director PT SIS Donny Ismi Saputra dalam keterangan resmi, Sabtu (13/3/21).

Suzuki memiliki dua model yang mendapatkan relaksasi PPnBM nol persen, yakni Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7.

"Kami memperkirakan kenaikan penjualan untuk kedua model itu sekitar 20 persen. Tetapi bisa saja terus berkembang," ujarnya.

Toyota mengalami peningkatan yang lebih tajam lagi, Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy mengatakan penjualan mobil Toyota yang mendapatkan insentif PPnBM mengalami peningkatan signifikan. Ini terlihat dari total surat pembelian kendaraan (SPK) yang dikeluarkan.

"Dari data 1-8 Maret 2021, untuk Avanza, Sienta, Rush, dan Yaris, SPK-nya naik sekitar 94-155% kalau dibandingkan dengan SPK bulan Februari di tanggal yang sama," ungkapnya.

Sementara untuk Vios, yang mendapatkan diskon terbesar hingga Rp 65 juta imbas dari insentif ini, penjualannya naik lebih besar lagi karena sebelumnya permintaannya memang tidak banyak. Anton mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta pabrik untuk meningkatkan produksinya.

"Sekarang kami sedang memonitor kondisi stok, karena tidak mudah juga pabrik menambah produksi dalam waktu singkat," ujarnya.

Dari Honda, Business Innovation and Sales Marketing PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy mengungkapkan kenaikan penjualan sekitar 40-50% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.

"Khususnya untuk model yang mendapatkan insentif pajak, peningkatan naik lebih dari 60% dibanding seminggu pertama bulan Februari lalu, growth tertinggi ada di HRV 1,5 liter," tuturnya.

Billy mengatakan animo masyarakat sangat baik dalam memanfaatkan relaksasi pajak ini. "Kami akan terus mengamati perkembangan permintaan mobil ke depannya untuk memenuhi supply dengan demand yang ada," imbuhnya.

Daihatsu mencatatkan kenaikan SPK terjadi dalam seminggu saat berlakunya insentif pajak pembelian mobil baru tersebut. Tidak hanya pada model-model yang mendapatkan insentif ini, tetapi juga model yang tidak mendapatkan insentif.

Untuk model yang mendapatkan insentif seperti Xenia, Terios, Luxio, dan Gran Max MB, SPK-nya melonjak sekitar 40%. Sedangkan model-model lainnya seperti Ayla, Sigra, Sirion, Gran Max PU, Gran Max Blindvan penjualannya naik sekitar 20%.

"Untuk stok model yang mendapat insentif PPnBM khususnya di bulan-bulan periode relaksasi tersebut tentunya akan kami atur seoptimal mungkin agar seimbang antara demand dan supply yang ada," kata Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation Hendrayadi.

Tidak ketinggalan, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales (MMKSI) juga mengalami hal serupa. Tercatat ada dua produk Mitsubishi yang mendapatkan Insentif PPnBM, yaitu Xpander dan Xpander Cross.

"Jumlah SPK minggu pertama Maret 2021 terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk Xpander, jika dibandingkan periode yang sama di Februari 2021," kata Irwan Kuncoro, Director of Sales Marketing Division MMKSI.


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading