OJK & Perbankan Kompak: 2021 Menjadi Tahun Akselerasi Ekonomi

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
12 February 2021 14:40
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana

Jakarta, CNBC Indonesia- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kredit perbankan pada 2021 bisa tumbuh di kisaran 7-8% apabila permintaan dari dunia usaha cukup atraktif. Bahkan, pada dasarnya rencana bisnis bank (RBB) yang sudah disampaikan ke regulator memperlihatkan target pertumbuhan kredit di 7,13%.

"Namun, OJK menyampaikan kredit akan tumbuh 7,5% plus minus 1%," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana, dalam Banking Outlook 2021 yang mengambil tema 'Perbankan Jadi Akselerator Pemulihan Ekonomi', Kamis (11/2/2021).

Heru mengatakan pertumbuhan kredit pada 2021, bukan hanya tergantung pada industri perbankan, namun juga permintaan dari dunia usaha. Jika pandemi ditangani dengan baik dan berbagai kebijakan pemerintah lancar, vaksinasi lancar, maka OJK optimis pertumbuhan kredit akan tumbuh 7-8%.


"Hal ini tergantung bagaimana perbankan merespons dan demand kredit seluruhnya bisa muncul dan perbankan bisa mengambil peran di sana," tambah Heru.

Dia juga memberikan pesan kepada perbankan untuk mewaspadai kredit yang berisiko besar di tengah pandemi Covid-19 yang belum selesai. Sementara itu kredit yang telah diresktrukturisasi oleh perbankan hingga Januari 2021 mencapai Rp 971,1 triliun. Bila ekonomi tidak membaik, maka LaR (loan at risk) berpeluang menjadi kredit bermasalah.


"Ada risiko kredit perlu kita cermati dari dampak restrukturisasi. Saat ini LaR masih cukup besar dan membuat kita berhati-hati mengelola perbankan kita ke depan," ujarnya.

Loan at risk merupakan indikator risiko atas kredit yang disalurkan yang terdiri atas kredit kolektibilitas 1 yang telah direstrukturisasi, kolektibilitas 2 atau dalam perhatian khusus, serta kredit bermasalah (non performing loan/NPL).

Sebagai informasi kredit perbankan nasional terkontraksi -2,41% pada 2020 lalu. Namun demikian, kredit Bank BUMN masih tumbuh 0,63% dan BPD tumbuh 5,22%, serta Bank Syariah tumbuh 9,50%.

Sementara itu, kebijakan restrukturisasi kredit perbankan yang telah diperpanjang, hingga akhir Desember telah mencapai Rp971 triliun atau 18% dari total kredit. Restrukturisasi ini diterima 7,6 juta debitur UKM dan korporasi. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga perbankan di 2020 tumbuh sebesar 11,11% yoy.



Target BTN dan Bukopin
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading