Terungkap! Ini Strategi yang Bikin Laba BTN Naik 600% di 2020

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
11 February 2021 20:53
Optimisme BTN Capai Target Pertumbuhan Laba 50% di 2021 (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meningkatkan efisiensi yang didorong oleh transaksi e-channel yang melesat selama pandemi Covid-19. Tak nanggung-nanggung, BTN mengurangi hingga 100 unit kantor kas yang tak efektif beroperasi saat pandemi.

"Kami menutup 100 lebih outlet kantor kas karena kantor kas kan perpanjangan transaksi saja. Unit yang mulai turun numbernya (transaksinya) kita tidak pertahankan karena orang sudah shifting ke mobile electronic," ujar Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, dalam acara Banking Outlook 2021 yang mengambil tema 'Perbankan Jadi Akselerator Pemulihan Ekonomi', Kamis (11/2/2021).

Berdasarkan laporan keuangan September 2020, kantor kas BTN berkurang sebanyak 62 unit pada dalam 9 bulan. Total kantor kas hingga akhir Sepetmber sebanyak 304 kantor kas, Selain itu, BTN juga mengurangi 2.948 System on-line Payment Point/Kantor Pos online selama 9 bulan pertama 2020. Terakhir SOPP BTN tersisa 66 unit.


Untuk kantor cabang, BTN tetap mempertahankan sebanyak 103 unit, termasuk 25 cabang BTN Syariah. Adapun kantor cabang pembantu meningkat 8 unit menjadi 387 unit, termasuk 57 kantor cabang pembantu BTN Syariah.

Nixon mengatakan kantor kas dan cabang yang dipertahankan adalah yang memiliki transaksi yang meningkat. "Masih ada cabang ygan masih meningkat dan pasti kita akan perbaiki kualitas layanannya," tegas dia.

Hal ini menjadi salah satu strategi sehinggga BTN mencatatkan kinerja laba bersih unaudited senilai Rp 1,61 triliun. Nilai ini naik signifikan, mencapai 671,6% dibandingkan kinerja laba bersih perusahaan sepanjang 2019 yang hanya mencapai Rp 209 miliar.

"2020 kami juga melihat ada pertumbuhan profit karena ada efisiensi dari sisi belanja opex maupun capex, perjalanan dinas drop. Semua pekerjaan online, banyak biaya yang dihemat, biata transportasi menurun, sehingga laba kami tumbuh 600% lebih," jelas Nixon.

Pada kesempatan yang sama, Nixon mengatakan perseroan menargetkan laba bersih Rp 2,5 triliun sampai Rp 2,8 triliun pada 2021, meningkat sekitar 50% dibandingkan setahun sebelumnya.

"Memang kami sudah submit RBB (rencana bisnis bank) ke OJK akhir 2020. Kami lagi diskusi mudah-mudahan bias di-approve. Kami menargetkan laba bisa Rp 2,5-2,8 triliun tumbuh lebih dari 50%," ujar Nixon.

Menurut Nixon, sumber laba terbesar adalah penghematan dari biaya cost of fund. Sama seperti 2020, likuiditas BTN pada 2021 cenderung longgar sehingga biaya dana masih dapat ditekan. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, loan to deposits (LDR) BTN biasanya di atas 100%.

"Digitalisasi juga penting. Kami menutup outlet sebanyak seratusan yang merupakan outlet kantor kas yang tidak produktif. Apalagi transaksi sudah 90% lebih di e-channel," ujar Nixon.

Selain itu, BTN juga mendorong transaksi di non kredit guna meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee based income). "Saat ini kan (pendapatan bunga) berat maka kami mengkonversi pendapatan dari interest income ke FBI," ujar Nixon.

Untuk kredit, Nixon mengatakan BTN membuat target pertumbuhan 8-9% pada 2021. Sementara itu pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) akan sejalan dengan kredit yakni ditargetkan sekitar 9%.

Sementara itu, kredit bermasalah (non performing loan) targetnya akan terkelola di level 3,6%.

"Tantangannya pertumbuhan kredit 8-9% mungkin sama dengan semua bank yakni seberapa cepat penyelesaian vaksinasi sehingga confident ekonomi masih bisa tumbuh," ujar Nixon.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading