Newsletter

Mohon Maaf Tahun Baru Dilarang Party, Awas IHSG Ambrol

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
15 December 2020 06:01
Fireworks explode over Victoria Harbour and Hong Kong Convention and Exhibition Centre during a pyrotechnic show to celebrate the New Year in Hong Kong, China January 1, 2019. REUTERS/Tyrone Siu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri masih ceria pada perdagangan awal pekan kemarin. Tetapi pada hari ini, Selasa (15/12/2020) tantangan yang dihadapi cukup berat, sentimen negatif datang dari luar dan dalam negeri.

Dari luar negeri, kota New York di Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan menerapkan "full shutdown", kemudian London-Inggris akan mengetatkan pembatasan sosial mulai Rabu malam. Dari dalam negeri, pemerintah juga melarang party tahun baru yang tentunya berisiko menekan konsumsi masyarakat, alhasil perekonomian makin sulit bangkit dari resesi.


Sentimen dari luar dan dalam negeri berisiko menekan pasar keuangan hari ini, dan dibahas pada halaman 3 dan 4. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat 1,25% ke 6.012,516, melanjutkan reli 10 pekan beruntun. Bursa kebanggaan Tanah Air kini berada di level tertinggi sejak 6 Februari lalu.

Meski kembali menguat, tetapi investor asing masih melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 51 miliar di pasar reguler, dengan nilai transaksi mencapai Rp 18,8 triliun.

Sementara itu nilai tukar rupiah berakhir stagnan melawan dolar AS di Rp 14.070/US$, setelah berada di zona merah sepanjang perdagangan, bahkan sempat melemah hingga 0,5%.

Rupiah hingga saat ini masih kesulitan untuk mendekati level psikologis Rp 14.000/US$. Jika melihat ke belakang, kinerja rupiah terbilang impresif, dalam 11 pekan terakhir, hanya 2 pekan lalu yang melemah, sekali stagnan, dan sisanya menguat.

Selama periode tersebut, rupiah membukukan penguatan 5,22%. Terlihat cukup impresif, tetapi jika dilihat sejak awal tahun atau secara year-to-date (YtD) rupiah tercatat masih melemah 1,37% YtD.

Dari pasar obligasi, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun turun 2,2 basis poin (bps) ke 6,160%, dan berada di level terendah sejak Januari 2018.
Untuk diketahui pergerakan yield berbanding terbalik dengan harga obligasi. Saat yield turun harga naik, begitu juga sebaliknya.

Pada Jumat (11/12/2020) malam waktu AS, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Durg Administration/FDA) menyetujui penggunaan darurat vaksin Pfizer dan BionTech.

"Otorisasi FDA untuk penggunaan darurat vaksin Covid-19 pertama merupakan tonggak penting dalam memerangi pandemi dahsyat yang telah mempengaruhi begitu banyak keluarga di AS dan di seluruh dunia," kata komisaris FDA Stephen Hahn dikutip Guardian pada Jumat (11/12/2020).

AS mengikuti negara lain, termasuk Inggris, Kanada, dan Meksiko, yang juga telah mengesahkan vaksin Pfizer-BioNTech untuk penggunaan publik yang lebih luas.

Pemerintah AS berencana untuk mendistribusikan 2,9 juta dosis dalam tempo 24 jam, dan 2,9 juta dosis 21 hari kemudian untuk suntikan kedua.

Vaksinansi besar-besaran pertama dilakukan pada Senin pagi waktu setempat. Dengan vaksinasi tersebut, diharapkan hidup perlahan normal kembali, roda bisnis kembali berputar, dan perekonomian Paman Sam bisa bangkit kembali.

Alhasil, sentimen pelaku pasar membaik, dan kembali masuk aset-aset berisiko.

New York Bakal
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading