Newsletter

Pilpres AS di Depan Mata, Ada Sinyal IHSG Bakal Perkasa!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
03 November 2020 06:15
President Donald Trump and Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden participate in the final presidential debate at Belmont University, Thursday, Oct. 22, 2020, in Nashville, Tenn. (Jim Bourg/Pool via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri melemah perdagangan Senin (2/11/2020) kemarin, setelah libur panjang selama 3 hari pekan lalu. Mengingat lamanya libur dan pasar kawasan Asia juga melemah cukup tajam selama 3 hari tersebut, pelemahan pasar keuangan dalam negeri yang tidak terlalu besar bisa dikatakan cukup bagus.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,26% ke 5.115,12. Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 527 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 9,6 triliun.


Rupiah juga melemah tipis 0,03% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 14.625/US$. Begitu juga dengan obligasi, dimana yiled Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik 0,3 basis poin (bps) ke 6,612%.

Untuk diketahui, pergerakan yield berbanding terbalik dengan harga obligasi. Saat harga naik, maka yield akan menurun, sebaliknya ketika harga turun maka yield akan naik.
Data ekonomi dari dalam negeri mampu meredam pelemahan aset-aset Indonesia.

Markit melaporkan purchasing managers' index (PMI) manufaktur Indonesia membaik menjadi 47,8 di bulan Oktober, dari bulan sebelumnya 47,2.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawahnya berarti kontraksi, sementara di atasnya artinya ekspansi. Meski masih mengalami kontraksi, tetapi sektor manufaktur Indonesia kembali menunjukkan kemajuan.

Kemudian Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadi inflasi di Indonesia pada Oktober 2020. Ini memutus rantai deflasi selama tiga bulan beruntun.

Pada Oktober, terjadi inflasi 0,07% secara bulanan (month-to-month/MtM). Tidak jauh dari konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan 0,075%.

Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/YtD) berada di 0,95%% dan inflasi tahunan (year-on-year/YoY) adalah 1,44%%. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan inflasi tahunan di 1,82%.

Indonesia yang kembali mengalami inflasi tentunya menjadi kabar bagus, artinya roda perekonomian sudah mulai berjalan kembali.

Sementara itu dari eksternal, China terus menunjukkan pemulihan ekonomi. Caixin melaporkan PMI manufaktur bulan Oktober tumbuh menjadi 53,6 dari bulan sebelumnya 53,0, dan lebih tinggi dari prediksi Reuters sebesar 53,0.

Meski demikian, fokus pelaku pasar saat ini sudah tertuju pada pemilihan presiden (pilpres) AS yang akan digelar hari ini, Selasa (3/11/2020) waktu setempat. Artinya pencoblosan baru mulai dilakukan malam hari waktu Indonesia. Bagaimana dampak pilpres di AS ke pasar keuangan dalam negeri, serta beberapa faktor penggerak pasar hari ini akan dibahas pada halaman 3 dan 4. 

Sektor Manufaktur AS Melesat Naik, Wall Street Bangkit
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading