Kuartal II-2020

Hancur Lebur, Jumlah Penumpang AirAsia Ambles 98%

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
13 August 2020 14:13
Air Asia planes Airbus A320 parked at tarmac at KLIA2 low cost terminal in Sepang, Malaysia, on Monday, April 27, 2020. AirAsia is on a temporary hibernation to all international and domestic flights due to the ongoing global outbreak of Covid-19. (AP Photo/Vincent Thian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah penumpang Grup AirAsia Group Berhad yang terkonsolidasi dari bisnis di Malaysia, Indonesia, dan Filipina ini ambles 98% menjadi hanya 204.082 penumpang pada periode 3 bulan (April-Juni 2020) atau kuartal II tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 12.839.204 penumpang.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan di situs resminya, jumlah kapasitas juga berkurang 98% menjadi 345.970 penumpang, dari sebelumnya 15.093.048 penumpang, di tengah pandemi Covid-19.

Adapun tingkat keterisian penumpang atau load factor juga berkurang menjadi 59% dari sebelumnya 85% atau minus 26%.


Jumlah penerbangan minus 98% menjadi 1.868 dari sebelumnya 83.112 penerbangan, dengan jumlah pesawat atau armada mencapai 149 unit, bertambah 3 unit dari sebelumnya 146 unit.

Data resmi mencatat, AirAsia Malaysia menggandakan kapasitas penumpang pada Juni 2020, dibandingkan Mei 2020, karena pemerintah Malaysia sudah mulai mengizinkan perjalanan antarnegara mulai 10 Juni lalu.

AirAsia Malaysia pun mencatatkan 65% load factor dengan mengangkut 118.407 penumpang pada Juni 2020, setelah membuka kembali 24 rute pada akhir bulan lalu.

"AirAsia Malaysia berharap dapat memulihkan 65-70% kapasitas pada kuartal 4 tahun ini, yang merupakan kapasitas domestik sebelum serangan pandemi Covid-19," tulis keterangan resmi, AirAsia, dikutip Kamis (13/8/2020).

Indonesia

Khusus PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP), akibat hibernasi armada seiring dengan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), jumlah penumpang AirAsia Indonesia yang diangkut turun 99,8% year-on-year menjadi 4.059 penumpang.

"Karena perusahaan tetap berkomitmen pada pergerakan penting orang dan kargo, AirAsia Indonesia mengoperasikan sejumlah penerbangan carter selama kuartal tersebut, beberapa di antaranya memiliki jarak yang lebih jauh, berkontribusi pada peningkatan rata-rata panjang sebesar 3%," tulis AirAsia.

AirAsia Indonesia kembali beroperasi pada 19 Juni dengan membuka 5 rute. Pada akhir Juli, penjualan harian telah mencapai 5 kali lipat dari penjualan harian yang tercatat di awal Juni, yang mencerminkan tanda-tanda pemulihan permintaan perjalanan.

AirAsia Filipina juga mencatat penurunan 99% dalam jumlah penumpang yang diangkut saat maskapai tersebut melakukan hibernasi armadanya dari 20 Maret hingga 4 Juni.

AirAsia Filipina hanya mencatatkan 19% kapasitas penumpang, dan mengakhiri kuartal kedua dengan memulai kembali pembukaan 6 rute. Untuk 4Q tahun ini, AirAsia Filipina menargetkan pemulihan kapasitas domestik hingga 60% dari level sebelum Covid-19.

Pada Mei 2020, AirAsia Thailand mengaktifkan kembali penerbangan domestik secara bertahap karena langkah-langkah penguncian sebagian wilayah sudah dicabut pemerintah.

Hanya saja, pembukaan penerbangan itu dilakukan dengan tetap menerapkan langkah jarak sosial di pesawat seperti yang dipersyaratkan oleh pihak berwenang, sebelum langkah-langkah itu dilonggarkan pada pertengahan Juni.

Dengan lalu lintas kembali memberi sinyal pulih, AirAsia Thailand mengoperasikan 18% dari kapasitas sebelum Covid-19 pada Juni 2020, yang lebih dari dua kali lipat kapasitas di Mei 2020.

AirAsia Thailand melayani 18 tujuan domestik pada 2Q2020, melampaui maskapai lain di sana, dengan pangsa pasar terbesar sebesar 33%. Pada 3Q dan 4Q tahun ini, AirAsia Thailand berharap bisa mengoperasikan masing-masing 75% dan 95% dari kapasitas domestik sebelum Covid-19.

AirAsia India juga memulai kembali operasi domestik pada 25 Mei 2020, dan dengan cepat meningkatkan kapasitanya hingga 30% dari kapasitas sebelum Covid-19 menerjang, pada Juni 2020, dengan membuka 36 rute operasional.

"Grup optimistis atas kinerja AirAsia India dan berharap kapasitas domestik dapat dilanjutkan sebesar 55% untuk 3Q dan 80% untuk 4Q dari operasi tahun lalu," tegas AirAsia.

Sementara itu, AirAsia Jepang melaporkan penurunan 98% penumpang yang diangkut dengan kapasitas operasi 4% pada 2Q2020, karena penerbangan belum dibuka kembali lantaran instruksi yang ditetapkan oleh pemerintah Negeri Sakura. AirAsia Jepang kembali beroperasi pada 1 Agustus 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading