Takut Jakarta 'Digembok' Kayak Manila, Investor Lepas SBN

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
03 August 2020 14:23
Ilustrasi Obligasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar obligasi pemerintah Indonesia mengalami tekanan hari ini. Imbal hasil (yield) hampir seluruh tenor naik, yang menandakan harga instrumen ini sedang turun akibat aksi jual atau sepinya permintaan.

Pada Senin (3/8/2020) pukul 13:10 WIB, berikut perkembangan yield Surat Berharga Negara (SBN) berbagai tenor:


Pasar SBN bergerak searah dengan saham dan valas. Pada pukul 13:15 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 2,57% sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,28%.

Investor asing berbondong-bondong keluar dari pasar keuangan Tanah Air. Di pasar saham, investor asing membukukan jual bersih (net sell) Rp 949,98 miliar.

Rilis data inflasi tidak berhasil menjadi sentimen positif bagi pergerakan SBN. Jelang tengah hari tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Indonesia pada Juli 2020 sebesar 1,54% year-on-year (YoY). Ini menjadi yang terendah sejak tahun 2000.

Inflasi yang rendah berarti investasi di aset-aset berbasis rupiah, terutama SBN, menjadi menarik. Saat ini yield SBN tenor 10 tahun ada di 6,828%. Jadi imbalan riil yang diterima investor setelah dikurangi inflasi adalah 5,288%. Seharusnya sangat menggiurkan.

Investor Khawatir PSBB Ketat Lagi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading