Apa Kesamaan Arsenal dan Rupiah?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
21 June 2020 06:22
ilustrasi arsenal

Jakarta, CNBC Indonesia - Football is back! Ya, sepakbola sudah kembali dari hibernasi karena pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Bundesliga Jerman, La Liga Spanyol, dan Liga Primer Inggris mulai melanjutkan musim 2019/2020 yang tertunda selama berbulan-bulan.

Liga Primer Inggris tentu menjadi yang paling dinanti, karena statusnya sebagai kompetisi sepakbola paling populer di planet bumi. Namun bagi pendukung klub-klub tertentu, melanjutkan kompetisi sama dengan mengorek borok yang sudah tertutup.

Pendukung Arsenal adalah contohnya. Sebelum Liga Primer terhenti, Meriam London berada di peringkat sembilan klasemen. Kini setelah kompetisi bergulir lagi, posisi tim asuhan Manajer Mikel Arteta belum juga membaik.


Pada Kamis dini hari waktu Indonesia, Pierre-Emerick Aubameyag dan kolega bertandang ke Stadion Etihad untuk melawan juara bertahan Manchester City. Arsenal kalah tiga gol tanpa berbalas sebiji pun.

Kemarin malam, derita Arsenal bertambah. Kembali melakoni partai on the road, kali ini menghadapi Brighton & Hove Albion, Arsenal menyerah 2-1. Tidak hanya kalah, Arsenal juga kemungkinan bakal kehilangan kiper utama Bernd Leno untuk beberapa waktu karena cedera.

Dua hasil minor tersebut membuat Arsenal belum beranjak dari posisi sembilan dengan raihan 40 poin, sama seperti sebelum lockdown. Berjarak delapan poin dengan Chelsea di posisi ke-4, jatah terakhir tiket Liga Champions Eropa.

Bahkan Arsenal juga sepertinya sulit untuk finis di urutan ke-5, yang merupakan jatah Liga Europa. Mengutip simulasi yang disusun StatsPerform, Arsenal diperkirakan mengakhiri musim di peringkat delapan. Kalau kejadian, maka ini adalah posisi terburuk Arsenal sejak musim 1994/1995.

Lini Belakang Arsenal Keropos
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading