Rupiah Sudah Naik 11% Tapi Masih Kuat Nanjak, Pakai Obat Apa?
Hidayat Setiaji,
CNBC Indonesia
03 June 2020 09:08
Jakarta, CNBC Indonesia -Â Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Reli di pasar keuangan belum berhenti, investor masih berbunga-bunga karena ekonomi semakin terbuka seiring pelonggaran pembatasan sosial (social distancing) di banyak negara.
Pada Rabu (3/6/2020), US$ 1 dihargai Rp 14.210 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat tajam 1,18% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Performa apik rupiah terus berlanjut. Kemarin, mata uang Tanah Air menguat signifikan 1,34% di hadapan dolar AS dan menjadi yang terbaik di Asia.
Selepas aksi jual massal (sell off) terhadap aset-aset berisiko pada pekan kedua dan ketiga Maret, rupiah berhasil bangkit dan berlari. Sejak awal April hingga kemarin, penguatan rupiah mencapai 11,78%! Wow...
Wajar rupiah 'balas dendam'. Soalnya ketika Maret kelabu itu, rupiah jadi salah satu mata uang yang paling menderita.
Bayangkan, sepanjang Maret rupiah amblas dengan pelemahan -14,31% terhadap dolar AS. Mayoritas mata uang Asia lainnya memang melemah, tetapi tidak ada yang separah rupiah.
Pelemahan yang sudah sangat dalam itu membuat rupiah punya ruang untuk mengalami technical rebound. Bahkan penguatan dalam dua bulan terakhir belum menutup depresiasi parah yang terjadi pada Maret saja.
Pada Rabu (3/6/2020), US$ 1 dihargai Rp 14.210 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat tajam 1,18% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Performa apik rupiah terus berlanjut. Kemarin, mata uang Tanah Air menguat signifikan 1,34% di hadapan dolar AS dan menjadi yang terbaik di Asia.
Selepas aksi jual massal (sell off) terhadap aset-aset berisiko pada pekan kedua dan ketiga Maret, rupiah berhasil bangkit dan berlari. Sejak awal April hingga kemarin, penguatan rupiah mencapai 11,78%! Wow...
Wajar rupiah 'balas dendam'. Soalnya ketika Maret kelabu itu, rupiah jadi salah satu mata uang yang paling menderita.
Bayangkan, sepanjang Maret rupiah amblas dengan pelemahan -14,31% terhadap dolar AS. Mayoritas mata uang Asia lainnya memang melemah, tetapi tidak ada yang separah rupiah.
Pelemahan yang sudah sangat dalam itu membuat rupiah punya ruang untuk mengalami technical rebound. Bahkan penguatan dalam dua bulan terakhir belum menutup depresiasi parah yang terjadi pada Maret saja.
Next Page
Fundamental Rupiah Semakin Kuat