Investor Bidik Saham Lagi, Pasar Obligasi RI Terkoreksi

Market - Haryanto, CNBC Indonesia
20 March 2020 18:41
Harga obligasi rupiah pemerintah Indonesia pada hari Jumat (20/3/2020) terkoreksi karena investor beralih fungsi untuk memegang aset berisiko (risk appetite)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi rupiah pemerintah Indonesia pada perdagangan Jumat (20/3/2020) terkoreksi karena investor beralih memegang aset berisiko (risk appetite) yang terkonfirmasi dengan naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 2,18% pada penutupan perdagangan hari ini di level 4.194,94.

Data perdagangan BEI mencatat, IHSG mampu keluar dari zona merah dan ikut bereuforia mengikuti bursa saham Wall Street yang ditutup naik tadi pagi dan bursa Eropa yang dibuka menguat setelah serangkaian stimulus digelontorkan oleh bank sentral global.

Pelemahan harga obligasi tidak senada dengan apresiasi yang terjadi di pasar surat utang negara maju negara berkembang, meskipun cukup bervariatif.

Data Refinitiv menunjukkan
penurunan harga surat utang negara (SUN) itu tercermin dari empat seri acuan (benchmark). Keempat seri tersebut adalah FR0081 bertenor 5 tahun, FR0082 bertenor 10 tahun, FR0080 bertenor 15 tahun, dan FR0083 bertenor 20 tahun.

Yield menjadi acuan keuntungan investor di pasar surat utang dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.


Seri acuan yang paling
naik hari ini adalah FR0081 yang bertenor 5 tahun dengan kenaikan yield 39,40 basis poin (bps) menjadi 7,121%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.


Dengan kenaikan yield, maka harga obligasi pemerintah menjadi turun karena gerak yield dan harga obligasi berbanding terbalik. Ketika harga obligasi naik yang mencerminkan risiko rendah, maka yield turun, begitu juga sebaliknya.
 

Yield Obligasi Negara Acuan 20 Mar'20

Seri

Jatuh tempo

Yield 19 Mar'20 (%)

Yield 20 Mar'20 (%)

Selisih (basis poin)

Yield wajar PHEI 20 Mar'21 (%)

FR0081

5 tahun

6.727

7.121

39.40

7.1352

FR0082

10 tahun

7.583

7.914

33.10

8.0427

FR0080

15 tahun

7.829

7.956

12.70

8.3473

FR0083

20 tahun

7.958

8.074

11.60

8.4531

Sumber: Refinitiv


Koreksi
pasar obligasi pemerintah hari ini tercermin pada harga obligasi wajarnya, di mana indeks INDOBeX Government Total Return milik PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI/IBPA) juga melemah. Indeks tersebut turun 0,68 poin (0,26%) menjadi 261,62 dari posisi kemarin 262,29.

Koreksi di pasar surat utang hari ini senada dengan pelemahan rupiah di pasar valas yang melemah 0,16% ke Rp 15.925/US$.


Obligasi Turun, Di Tengah Risk Aversion
Penurunan harga SUN tidak senada dengan pelemahan di pasar surat utang pemerintah negara Amerika Serikat. Di antara pasar obligasi negara yang dikompilasi Tim Riset CNBC Indonesia, SBN menjadi yang terburuk di antara negara berkembang lainnya.

Dari pasar surat utang negara berkembang dan maju terpantau beragam, yang kesemuanya mengalami variatif tingkat yield.



Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Negara Maju & Berkembang

Negara

Yield 19 Mar'20 (%)

Yield 20 Mar'20 (%)

Selisih (basis poin)

Brasil (BB-)

8.88

9.15

27.00

China (A+)

2.791

2.754

-3.70

Jerman (AAA)

-0.259

-0.246

1.30

Prancis (AA)

0.179

0.175

-0.40

Inggris Raya (AA)

0.836

0.608

-22.80

India (BBB-)

6.408

6.307

-10.10

Jepang (A)

0.1

0.105

0.50

Malaysia (A-)

3.433

3.536

10.30

Filipina (BBB)

4.954

5.037

8.30

Rusia (BBB)

8.22

7.85

-37.00

Singapura (AAA)

1.779

1.638

-14.10

Thailand (BBB+)

1.82

1.67

-15.00

Amerika Serikat (AAA)

1.159

1.044

-11.50

Afrika Selatan (BB+)

11.545

11.595

5.00

Sumber: Refinitiv

 

Hal tersebut mencerminkan investor global kembali memburu aset berisiko (risk appetite) di tengah serangkaian stimulus pemerintah.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

 



(har/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading