Internasional

Derita Walt Disney: Saham Ambruk, Semua Lini Bisnis Tertekan

Market - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
20 March 2020 12:59
The Walt Disney Company atau Disney menyampaikan informasi kepada para investor.

Jakarta, CNBC Indonesia - The Walt Disney Company atau Disney menyampaikan informasi kepada para investor bahwa virus corona (COVID-19) sudah berdampak ke banyak segmen bisnis sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi perseroan dalam memprediksi kinerja di masa mendatang.

"Kami sudah menutup taman hiburan, menunda bisnis pelayaran kapal pesiar, dan pertunjukan teater kami, menunda distribusi film secara domestik dan internasional dan mengalami gangguan rantai pasokan dan dampak penjualan iklan," kata manajemen dalam suratnya kepada kepada Securities and Exchange Commission, otoritas bursa di AS, dikutip CNBC International, Jumat (20/3/2020).

"Selain itu pembuatan dan ketersediaan konten yang kami andalkan untuk berbagai jalur distribusi juga terganggu termasuk yang paling signifikan pembatalan acara olahraga tertentu dan penghentian produksi sebagian besar konten film dan televisi," tambah manajemen Disney.


Foto: FOTO FILE - Pintu masuk ke studio Walt Disney terlihat di Burbank, California, AS 6 Agustus 2018. REUTERS / Lucy Nicholson


Mengacu data perdagangan, saham Disney di New York Stock Exchange (NYSE) atau bursa Wall Street ambles sekitar 37% sejak Januari hingga perdagangan Kamis, jatuh di bawah level US$ 100 per saham untuk pertama kalinya sejak Oktober 2017.

Jumat pagi waktu Indonesia, saham Disney berkode DIS ini di NYSE turun 6,9% di level US$ 94,93/saham.

Pada 28 Desember 2019, Fitch Ratings mencatat Disney masih punya sekitar US$ 48 miliar atau Rp 768 triliun dari utang dan sekitar US$ 6,8 miliar atau Rp 109 triliun dari kas.

Lembaga pemeringkat kredit global iut juga mencatat bahwa Disney memiliki pinjaman revolver yang tersedia sebesar US$ 12,25 miliar di bawah tiga fasilitas kredit.

"Pandemi virus corona akan secara material melemahkan operasi dan profil kredit Disney dalam waktu dekat (dua hingga tiga kuartal berikutnya). Namun Fitch mengantisipasi bahwa bisnis Disney akan dinormalisasi secara bertahap sejalan dengan kembalinya aktivitas ekonomi ketika ancaman virus corona berkurang," tulis riset Fitch.

Disney juga mencatat bahwa COVID-19 dapat berdampak pada biaya pinjaman mereka di masa depan, tapi dampak lain dari virus corona yang dikhawatirkan perusahaan ialah perubahan pola perilaku konsumen dalam menghindari corona.

Rilis film studio
Tekanan bisnis Disney terus berlanjut. Perusahaan akhirnya menunda rilis satu film dari jadwal yang semestinya kuartal kedua yakni Mulan dan hampir semua film yang akan dirilis kuartal ketiga. Kalender fiskal Disney digeser, sehingga kuartal kedua adalah Januari hingga Maret dan kuartal ketiga adalah April hingga Juni.

Berikut semua film yang diproduksi Grup Disney baik lewat Disney, Searchlight Pictures dan 20th Century yang akan dirilis pada kuartal ketiga:

- New Mutans - 3 April (ditunda)
- Antlers - 17 April (ditunda)
- Black Widow - 1 Mei (ditunda)
- The Personal History of David Copperfield - 8 Mei (ditunda)
- The Woman in the Window - 15 Mei (ditunda)
- Artemis Foul - 29 Mei
- Soul - 19 Juni


Dari Januari hingga Maret tahun lalu, film yang diproduksi Disney (tidak termasuk rumah produksi Searchlight Pictures dan 20th Century yang juga dimiliki Disney) menghasilkan US$ 489,6 juta atau Rp 7,83 triliun penjualan di box office Amerika Utara.

Sebagai perbandingan, mulai 1 Januari hingga 15 Maret tahun ini, Disney telah menjual sekitar US$ 232,7 juta tiket di Amerika Utara, belum termasuk Searchlight Pictures dan 20th Century).

Seandainya Mulan tidak dipaksa pindah rilis pada 27 Maret, perusahaan bisa mendapatkan tambahan keuntungan. Mulan diperkirakan akan menghasilkan penjualan antara US$ 80 juta hingga US$ 100 juta selama debutnya di Amerika Utara.

Periode April hingga Juni akan berdampak lebih besar. Sebab pada 2019, dari 1 April hingga 30 Juni, film-film yang diproduksi Disney hanya menghasilkan US$ 1,54 miliar di Amerika Utara. Searchlight Pictures dan 20th Century mengumpulkan US$ 114,7 juta, menurut data dari Comscore.


Dengan hanya dua film dari tujuh yang masih akan dirilis, tidak mungkin Disney akan mampu mendekati jumlah pendapatan tahun lalu. Dan film-film itu masih bisa ditunda debutnya.

Secara total, Disney menerima lebih dari US$ 11 miliar dari rilis studio secara global tahun lalu. Pada 2020 diperkirakan akan menjadi tahun yang lebih rendah, tetapi dampak virus corona kemungkinan akan signifikan dari yang dibayangkan.

Bisnis Taman
Disney bukan hanya sebuah studio. Perusahaan ini juga memiliki sejumlah segmen bisnis lain yang juga terkena dampak corona. Segmen Parks, Experience and Products, atau bisnis taman hiburan dan menjual pengalaman bagi pengunjung juga tak luput dari efek COVID-19. Lini bisnis ini meliputi taman hiburan, hotel, jalur pelayaran, dan produk konsumen.

Taman bertema milik Disney di seluruh dunia ditutup setidaknya hingga April, tetapi para pemerhati di industri ini memperkirakan penutupan itu berlangsung lebih lama.

"Ini [Disney] adalah perusahaan yang sangat menguntungkan dalam masa normal dan kami pada akhirnya akan kembali ke masa normal. Kita hanya perlu mengulur waktu," kata James Hardiman, analis di Wedbush.


Bill Coan, Presiden dan CEO ITEC Entertainment, juga mengharapkan perusahaan seperti Disney bisa memanfaatkan masa-masa sulit ini kembali berbenah, menyediakan pemeliharaan dan meningkatkan apa diperlukan pada taman hiburan yang ditutup untuk sementara itu. Tentu saja, itu semua tergantung pada apakah anggota kru diizinkan untuk bekerja selama waktu ini.

Tahun lalu, pendapatan lini bisnis taman dan produk hiburan ini bisa mencapai US$ 26,2 miliar. Pada kuartal kedua tahun fiskal ini, perusahaan melaporkan pendapatan hanya US$ 6,1 miliar.

Jumlah itu kemungkinan akan lebih kecil tahun ini, karena Disney terpaksa menutup taman-tamannya yang berbasis di Asia pada Februari dan taman-tamannya yang berbasis di AS dan Eropa untuk sisa bulan Maret. Tahun lalu, perusahaan mencetak pendapatan US$ 6,5 miliar dari segmen taman, pengalaman dan produknya.

Bisnis ESPN
Salah satu cuan bisnis Disney yakni bisnis televisi olahraga melalui anak usaha lainnya yakni ESPN. Sayangnya, banyak liga olahraga di dunia ditunda sementara.

Wakil Presiden Eksekutif ESPN untuk akuisisi dan penjadwalan pemrograman mengatakan bahwa hari Selasa, stasiun olahraga ESPN akan terus meliput dunia olahraga. ESPN akan tetap menghibur penggemar melalui konten arsip yang menarik atau pemrograman yang mengisi hari-hari pemirsa saat tak ada siaran langsung olahraga.


[Gambas:Video CNBC]



(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading