Newsletter

Obligasi: Blessing in Disguise di Tengah Wabah Corona

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
14 February 2020 06:40
Angka Korban Corona Loncat, Wall Street Tertekan Hebat

Angka Korban Corona Loncat, Wall Street Tertekan Hebat

Bursa saham Amerika Serikat (AS) terpelanting pada perdagangan Kamis (13/2/2020) menyusul lonjakan kasus corona dalam skala yang di luar dugaan, hingga memicu ketidakpastian dan kekhawatiran seputar efek negatifnya terhadap perekonomian.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 128,11 poin (-0,4%) pada penutupan perdagangan menjadi 29.423,3. Indeks Nasdaq tertekan 0,1% ke 9.711,9 dan S&P 500 minus 0,2% ke 3.373,9. Ketiganya sempat menyentuh level tertinggi harian sebelum kemudian terkoreksi sampai dengan sesi penutupan.

China melaporkan adanya 15.152 kasus baru virus Corona, dengan korban jiwa tambahan sebanyak 254 orang. Total, angka kematian akibat virus asal Wuhan tersebut mencapai 1.367 orang dan nyaris 60.000 orang terinfeksi.

Dalam penjelasannya, otoritas China mengatakan kenaikan itu terkait dengan perubahan tabulasi jumlah penderita virus corona. Kini semua individu yang secara ‘klinis terdiagnosis’ sudah dimasukkan ke dalam kategori ‘terkonfirmasi’.

Hal ini mengundang sikap skeptis seputar kredibilitas pelaporan data korban oleh pemerintah China. Dikutip CNBC International, seorang sumber anonim di pemerintah AS mengatakan bahwa Gedung Putih "tidak memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap informasi yang keluar dari China." Apalagi Beijing, lanjut dia, terus menolak bantuan AS.

“Reakselerasi tajam infeksi korona yang tiba-tiba di China membuat investor mengukur ulang risiko mereka,” tutur Alec Young, Managing Director FTSE Russell, sebagaimana dikutip CNBC International.

Menurut dia, China dan perusahaan yang terkait dengan perjalanan menjadi yang paling rentan kena imbas ekonomi. Namun, selama dampak terhadap ekonomi AS masih terbatas maka bursa saham akan relatif kebal. Sebaliknya jika AS tertembus, maka volatilitas akan naik signifikan.

Sementara itu, saham maskapai penerbangan United Airlines dan American Airlines anjlok lebih dari 1%. Saham emiten wisata Wynn Resorts dan Las Vegas Sands yang memiliki eksposur besar pengunjung dari China, masing-masing turun lebih dari 2%.

Cisco Systems menjadi saham yang berkinerja terburuk di antara konstituen Dow Jones dengan anjlok 5%, setelah pendapatan per kuartal IV-2019 anjlok 4% secara tahunan. Saham Pepsi dan Alibaba juga terkoreksi, masing-masing sebesar 0,1% dan 1,6% meski melaporkan kinerja positif.

Secara sektoral, koreksi terbesar menimpa indeks sektor manufaktur yang turun 0,7%, disusul sektor kesehatan yang melemah 0,5%. Pelaku pasar tak banyak merespons positif angka klaim pengangguran mingguan, meski masih di level rendah. Di sisi lain, Indeks Harga Konsumen (IHK) AS per Januari naik 2,5% secara tahunan.




Cermati Sentimen Penggerak Pasar Hari Ini
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading