Memanas! India Boikot CPO Malaysia, Waspada Harga Ambles

Market - Tirta Widi Gilang Citradi & tahir saleh, CNBC Indonesia
14 January 2020 07:41

Jakarta, CNBC Indonesia - Para importir minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) India dikabarkan menghentikan semua pemesanan dari pemasok utama Malaysia setelah pemerintah Negeri Bollywood itu mendesak importir memboikot komoditas tersebut dari Malaysia sebagai dampak konflik diplomatik kedua negara.

Hal itu diungkapkan sumber dari pelaku industri dan pemerintah India sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin malam (13/1/2020).


Peringatan yang dikeluarkan sejak pekan lalu ini muncul bersamaan dengan langkah New Delhi membatasi impor minyak sawit dan olein sawit (palm olein) setelah Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengkritik tindakan India yang menginvasi Kashmir dan undang-undang kewarganegaraan India yang baru.


Buntut kritikan Mahathir ini, para importir India tidak membeli minyak mentah atau minyak kelapa sawit olahan dari Malaysia, seperti diungkapkan lima sumber industri sawit yang akrab dengan masalah tersebut, kepada Reuters.

"Secara resmi tidak ada larangan impor minyak sawit mentah dari Malaysia, tetapi tidak ada yang membeli karena instruksi pemerintah," kata seorang sumber dari pelaku kilang terkemuka di sana. Sumber tersebut menambahkan bahwa para pembeli kini mengimpor dari Indonesia meskipun membayar harga premium di Malaysia.

India adalah importir minyak kelapa sawit terbesar di dunia, membeli lebih dari 9 juta ton per tahun terutama dari Indonesia dan Malaysia.

Dengan larangan impor minyak sawit olahan tersebut, maka produk minyak sawit mentah Malaysia harus bersaing dengan CPO Indonesia. Ada potensi terjadi perang harga mengingat harga CPO Indonesia masih lebih kompetitif, melansir Reuters.





Pemerintah India belum memberikan pernyataan publik resmi soal minyak sawit Malaysia. Kementerian Perdagangan India juga tidak menanggapi permintaan konfirmasi pada Senin kemarin (13/1/2020).

Menteri Industri Primer Malaysia Teresa Kok, yang bertanggung jawab atas industri kelapa sawit, juga menolak berkomentar.

Sebanyak empat sumber trader mengungkapkan, para penyuling dan pedagang CPO India kini mengalihkan hampir semua pembelian minyak sawit ke Indonesia, meskipun harus membayar lebih mahal US$ 10 per ton dari harga CPO Malaysia.

Harga CPO Malaysia untuk pengiriman Februari 2020 berada di level US$ 800 per ton berbasis free-on-board (FOB), lebih murah dibanding CPO Indonesia US$ 810 per ton.

"Seperti orang lain, kami membayar harga premium [lebih mahal] untuk pasokan [CPO] Indonesia. Untuk keuntungan kecil, kami tidak bisa berjudi," kata seorang penyuling CPO yang berbasis di Kolkata kepada Reuters



[Gambas:Video CNBC]




Akankah Harga Sawit Terjun Bebas?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading