Harga Batu Bara Naik, Tapi Kok Cuma Tipis?

Market - Tirta Widi Gilang Citradi, CNBC Indonesia
21 October 2019 10:16
Sampai sejauh ini belum ada katalis positif yang bisa mengerek harga batu bara naik.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga komoditas batu bara ditutup menguat tipis pada hari perdagangan terakhir pekan kemarin. Sampai sejauh ini belum ada katalis positif yang bisa mengerek harga batu bara naik.

Harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle naik 0,15% ke level US$ 68,75/ton pada Jumat (18/10/2019). Secara mingguan (14-18 Oktober 2019), harga batu bara cenderung meningkat 1,6%.




Minim sentimen, harga batu bara masih galau bergerak. Secara fundamental, harga batu bara masih berpotensi untuk tertekan di kuartal IV-2019. Aktivitas impor berbagai negara tercatat menurun dalam beberapa minggu terakhir.

India sebagai negara terbesar kedua konsumen batu bara mencatatkan penurunan impor pekan kemarin dibanding minggu sebelumnya.

Mengutip data Refinitiv, impor batu bara India periode 8-15 Oktober tercatat mencapai 2 juta ton. Turun dari impor di minggu awal Oktober yang mencapai 3,5 juta ton.



Menurut studi yang dilakukan oleh India Credit Rating Agency (ICRA), penurunan impor batu bara dipicu oleh beberapa hal. Pertama adalah penurunan permintaan karena tertimbunnya volume stok batu bara akibat penurunan permintaan batu bara industri.



Kedua adalah naiknya kapasitas pembangkit listrik dari energi terbarukan. Ketiga adalah perlambatan ekonomi yang terjadi di India. Perlu diketahui bersama, pada kuartal I-2019, ekonomi India tumbuh 5,8% kemudian melambat menjadi 5% pada kuartal ke-II.



"Kalau permintaan batu bara untuk pembangkit listrik dan industri masih terus turun, maka hal ini akan berdampak pada tertekannya volume impor" kata Vice President & Co Head Corporate Ratings ICRA, Ankit Patel

.

Tekanan yang terjadi pada harga batu bara juga diakibatkan oleh adanya sentimen negatif dari China. Ada kemungkinan besar China memangkas impor batu bara pada kuartal IV ini untuk menyamakan impor batu bara sesuai dengan tahun lalu di angka 284 juta ton.

Belum lagi tekanan dari Benua Biru yang semakin membulatkan tekad untuk beralih ke energi terbarukan yang ramah lingkungan. Pasar komoditas batu bara tidak dapat berharap banyak dari Eropa untuk tahun depan.

(TIM RISET CNBC INDONESIA)

(twg/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading