Panen Cuan dari Saham Batu Bara, Saham INDY Dkk Terbang

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
22 July 2021 10:51
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Senin (19/7/2021) (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia -Saham pertambangan batu bara terpantau bergerak menghijau pada awal perdagangan sesi I Kamis (22/7/2021), karena investor mulai memborong saham-saham batu bara, walaupun harga batu bara acuan dunia saat ini sedang melemah.

Simak pergerakan saham batu bara pada perdagangan sesi I pukul 09:37 WIB hari ini.


Berdasarkan data dari RTI pada pukul 09:37 WIB, saham PT Indika Energy Tbk (ADRO) memimpin penguatan saham batu bara pada awal perdagangan sesi I hari ini. Saham INDY meroket 4,21% ke level Rp 1.360/unit pada pukul 09:37 WIB pagi hari ini.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi saham INDY pagi ini telah mencapai Rp 14 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 26 juta lembar saham. Tercatat investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) sebanyak Rp 7,3 miliar di pasar reguler pada pagi hari ini.

Selanjutnya, di posisi kedua diduduki oleh saham batu bara BUMN, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang terbang 3,76% ke level Rp 2.210/unit pada awal perdagangan sesi I pagi hari ini.

Tercatat nilai transaksi PTBA sudah mencapai Rp 20 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 9 juta lembar saham. Asing tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp 13,3 miliar di pasar reguler.

Berikutnya di posisi ketiga terdapat saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang melesat 3,42% ke posisi Rp 15.875/unit pada perdagangan pagi hari ini.

Nilai transaksi saham ITMG sudah mencapai Rp 25 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 1 juta lembar saham. Asing tercatat melakukan net buy sebanyak Rp 5,7 miliar di pasar reguler.

Sedangkan penguatan paling minor dibukukan oleh saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menguat 0,73% ke posisi Rp 13.850/unit pada awal perdagangan sesi I pukul 09:37 WIB.

Adapun nilai transaksi BYAN pagi ini mencapai Rp 47 juta dan volume transaksi yang diperdagangkan mencapai 3 ribu lembar saham. Namun, asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp 689 juta.

Investor kembali memburu saham-saham batu bara pada pagi hari ini, di tengah pelemahan tipis harga batu bara acuan dunia pada perdagangan Rabu (21/7/2021) kemarin.

Harga batu bara turun lagi pada perdagangan kemarin. Mungkin investor belum puas mengeruk cuan dari harga batu bara yang sudah melonjak gila-gilaan.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) berada di US$ 150,7/ton. Turun tipis 0,2% dari hari sebelumnya.

Pada 19 Juli 2021, harga si batu hitam tercatat US$ 153,7/ton. Ini adalah rekor tertinggi setidaknya sejak 2008. Jadi, tidak heran investor berniat untuk mencairkan keuntungan. Pada 20 Juli 2021, harga anjlok 1,76%.

Meski terkoreksi dalam dua hari beruntun, tetapi harga batu bara masih membukukan kenaikan 5,35% dalam sepekan terakhir. Selama sebulan ke belakang, kenaikannya mencapai 25,02%.

batu bara

Tingginya permintaan masih menjadi faktor pendorong lonjakan harga batu bara. Di China, harga batu bara di Pelabuhan Qinhuangdao pada akhir pekan lalu mencapai CNY 1.000/ton. Naik 1,8% dibandingkan sepekan sebelumnya dan berada di atas patokan informal pemerintah yaitu CNY 500-700/ton.

Permintaan yang melesat tidak bisa diiringi oleh pasokan sehingga harga naik. Oleh karena itu, pemerintah China berencana melepas cadangan batu bara sebanyak lebih dari 10 juta ton. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pasokan sehingga menurunkan harga.

"Mungkin volume 10 juta ton terlihat besar, tetapi jumlah ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama sehari. Oleh karena itu, kami memperkirakan pengumuman ini tidak akan banyak mempengaruhi harga," sebut Toby Hassall, Analis Refinitiv.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading