Impor Turun, Harga Batu Bara Kembali Amblas

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
18 October 2019 10:25
Impor Turun, Harga Batu Bara Kembali Amblas
Jakarta, CNBC Indonesia - Komoditas batu bara kembali mengalami tekanan oleh adanya kemungkinan penurunan impor batu bara terutama dari dua negara konsumen batu bara terbesar yaitu China dan India.

Harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle ditutup melemah tipis 0,07% ke level US$ 68,65/ton pada perdagangan kemarin (17/10/2019). Harga batu bara kembali melemah setelah naik memuncak pada 16 Oktober lalu.




India sebagai negara terbesar kedua konsumen batu bara mencatatkan penurunan impor pekan kemarin dibanding minggu sebelumnya.

Mengutip data Refinitiv, impor batu bara India periode 8-15 Oktober tercatat mencapai 2 juta ton. Turun dari impor di minggu awal Oktober yang mencapai 3,5 juta ton.

Menurut studi yang dilakukan oleh India Credit Rating Agency (ICRA), penurunan impor batu bara dipicu oleh beberapa hal. Pertama adalah penurunan permintaan karena tertimbunnya volume stok batu bara akibat penurunan permintaan batu bara industri.

Kedua adalah naiknya kapasitas pembangkit listrik dari energi terbarukan. Ketiga adalah perlambatan ekonomi yang terjadi di India. Perlu diketahui bersama, pada kuartal I-2019, ekonomi India tumbuh 5,8% kemudian melambat menjadi 5% pada kuartal ke-II.

"Kalau permintaan batu bara untuk pembangkit listrik dan industri masih terus turun, maka hal ini akan berdampak pada tertekannya volume impor" kata Vice President & Co Head Corporate Ratings ICRA, Ankit Patel

Tekanan yang terjadi pada harga batu bara juga diakibatkan oleh adanya sentimen negatif dari China. Ada kemungkinan besar China memangkas impor batu bara pada kuartal IV ini untuk menyamakan impor batu bara sesuai dengan tahun lalu di angka 284 juta ton.



(TIM RISET CNBC INDONESIA) (twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading