Serius Benahi Kinerja, Bliss Properti Minta Suspensi Dibuka

Market - Syahrizal Sidik , CNBC Indonesia
16 August 2019 13:43
Serius Benahi Kinerja, Bliss Properti Minta Suspensi Dibuka Foto: Monica Wareza
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) berharap penghentian perdagangan sementara atau suspensi saham perseroan dapat dicabut secepatnya oleh otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada 8 Agustus lalu, BEI menghentikan sementara perdagangan saham dan Waran Seri I Bliss Properti di pasar regular dan pasar tunai. Sebelumnya pada 31 Juli, saham POSA dan POSA-W juga disuspensi yang kemudian dibuka pada 2 Agustus lalu. 

Suspensi ini, menurut BEI, lantaran terjadi penurunan harga kumulatif yang signifikan atas saham POSA dan POSA-W sehingga perlu dilakukan pendinginan pasar atau cooling down. BEI juga meminta investor dan calon investor mencermati aksi korporasi dan keterbukaan informasi perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.



Saham POSA yang mulai ditransaksikan sejak tercatat di BEI pada 10 Mei 2019 ini sempat mengalami penguatan hingga 114,66% pada perdagangan Selasa (16/7/2019)) dari harga perdana (IPO) Rp 150/saham. 

Bahkan saham perusahaan yang dimiliki juga oleh Michael Riady, generasi ketiga konglomerasi bisnis Grup Lippo ini pernah mencapai harga tertinggi di Rp 755/saham atau naik 403,33% dari harga IPO tersebut.

Direktur Utama POSA Johardy Lambert menyatakan pihaknya menginginkan suspensi saham kembali dibuka setelah laporan penyelenggaraan paparan publik insidentil disampaikan kepada BEI. Sebelumnya, otoritas bursa memang telah meminta perseroan menggelar paparan publik untuk menyampaikan penjelasan dan kinerja perseroan ke depan.

"Kami akan memberikan laporan kepada bursa mengenai pertemuan hari ini, saya sih berharap jangan lama-lama," ungkap Johardy, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/8/2019), usai paparan publik insidentil.

Dia menyebut, naiknya harga saham POSA secara signifikan sepenuhnya karena mekanisme pasar, atau bergerak di luar kendali manajemen.

Untuk mengembalikan kepercayaan investor, pihaknya akan fokus memperbaiki kinerja perseroan.

"Kami konsentrasi ke fundamental menjadi lebih baik, harapannya harga saham akan meningkat," katanya lagi.

Hingga akhir Oktober 2018 perusahaan mencatatkan rugi bersih Rp 268,54 miliar. Jumlah tersebut naik signifikan dari rugi yang diderita akhir Oktober 2017 yang mencapai Rp 65,66 miliar.

Perseroan mengantongi pendapatan sebesar Rp 58,17 miliar pada akhir 2018, atau turun 21,69% dibandingkan periode Oktober 2017 yang mencapai Rp 74,29 miliar.

Bliss Properti Indonesia merupakan pengelola pusat perbelanjaan seperti Ambon City Center dan beberapa pusat perbelanjaan lainnya di Kota Ponorogo, Lombok, Tanjung Pinang dan Jambi.

Saham perusahaan ini juga dipegang oleh pengusaha dan pemilik PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro dengan kepemilikan 0,06%.

Pergerakan signifikan saham POSA sejak IPO ini sebelumnya sempat mendapat protes dari pelaku pasar. Salah satu investor retail perusahaan ini yang bernama Jidin Napitupulu berencana melayangkan dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh POSA.

Masalah ini pun akan diselesaikan melalui mediasi tim hukum manajemen POSA dengan Jidin Napitupulu. 

Anjlok 88%, BEI suspensi saham Bliss.

[Gambas:Video CNBC]
(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading