Analisis

Data Ekonomi Bagus, Kok Poundsterling Tetap Jeblok?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
16 July 2019 17:03
Data Ekonomi Bagus, Kok Poundsterling Tetap Jeblok?
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang poundsterling jeblok memasuki perdagangan sesi Eropa Selasa (16/7/19), padahal data ekonomi dari Inggris dirilis menunjukkan peningkatan.

Office for National Statistic (ONS) melaporkan rata-rata upah dalam tiga bulan yang berakhir di bulan Mei sebesar 3,4% naik dari bulan sebelumnya sebesar 3,2%. Kenaikan rata-rata upah menjadi penting bagi perekonomian Inggris karena dapat meningkatkan belanja konsumen dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Inflasi juga berpotensi meningkat akibat kenaikan rata-rata upah, yang tentunya menjadi alasan bagi Bank Sentral Inggris (Bank of England/BOE) untuk tetap mempertahankan sikap hawkish. Dengan kondisi seperti ini poundsterling seharusnya bisa menguat, tetapi nyatanya malah jeblok.




Ternyata, mata uang Inggris ini lebih merespon pernyataan Boris Johnson dan Jeremy Hunt dalam debat final kandidat Perdana Menteri (PM) Inggris. Keduanya menyatakan menolak adanya backstop di perbatasan Irlandia Utara dengan Republik Irlandia.

Masalah backstop memang menjadi polemik utama keluarnya Inggris dari Uni Eropa, hal itu membuat Parlemen Inggris berkali-kali menolak proposal yang diajukan PM Theresa May. Pada dasarnya Parlemen tidak setuju adanya backstop atau perbatasan bebas bea masuk, artinya kedua negara masih bisa melakukan perdagangan bebas.

Adanya backstop juga mendapat restu dari pihak Uni Eropa, tetapi kini dengan kedua kandidat menolak adanya backstop pelaku pasar melihat potensi Inggris keluar tanpa kesepakatan atau no-deal alias Hard Brexit semakin besar. Poundsterling pun tertekan, pada pukul 16:38 WIB, diperdagangkan di level US$ 1,2451, mengutip kuotasi MetaTrader 5.

Analisis Teknikal

Data Ekonomi Bagus, Poundsterling Tetap Saja Jeblok, Kenapa? Grafik: GBP/USD Harian
Sumber: MetaTrader 5


Pada grafik harian, poundsterling yang disimbolkan GBP/USD bergerak di bawah rerata pergerakan (Moving Average/MA) 8 hari (garis merah), MA 21 hari (garis hijau) serta 125 hari (garis biru).

Sementara indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) masih berada di zona negatif yang memberikan gambaran potensi penurunan dalam jangka menengah.



Data Ekonomi Bagus, Poundsterling Tetap Saja Jeblok, Kenapa? Grafik: GBP/USD 30 Menit 
Sumber: MetaTrader 5


Pada time frame 30 menit, GBP/USD bergerak di atas MA 8, 21, tetapi di bawah 125. Indikator Stochastic sudah berada di wilayah jenuh jual (oversold) yang bisa membatasi penurunan poundsterling.

Berlanjutnya penurunan poundsterling bisa ditahan oleh support (tahanan bawah) terdekat di kisaran US$ 1,2441. Selama tidak menembus support pound berpeluang rebound ke area US$ 1,2480.

Tetapi jika support berhasil ditembus, Mata Uang Inggris ini akan turun semakin dalam menguji area US$ 1,2400.


TIM RISET CNBC INDONESIA  (pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading